Rentetan Kontroversi Rasial dan Kegagalan Karier Politik Chilavert
Jika dahulu Jose Luis Chilavert dikenal karena kehebatannya mengeksekusi penalti dan tendangan bebas dengan kaki kirinya, kini sang mantan kiper legendaris Paraguay lebih sering memicu kontroversi. Menjelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay di Philadelphia, Chilavert melontarkan serangan rasis secara terbuka melalui media sosial X.
Serangan tersebut ditujukan kepada pundit Prancis, Christophe Dugarry, yang memprediksi Paraguay akan kalah telak. Chilavert membalas dengan menuliskan bahwa pada Piala Dunia 1998 timnya menghadapi orang Prancis, sedangkan saat ini Paraguay akan menghadapi tim nasional Afrika, sebuah pernyataan rasial yang langsung memancing kecaman dari berbagai pencinta sepak bola internasional.
Read Also
Bukan kali ini saja mantan pemain Strasbourg berusia 60 tahun itu berulah karena sebelumnya ia juga menyerang Vinicius Junior, Kylian Mbappe, hingga Thibaut Courtois dengan narasi homofobik dan xenofobik. Courtois bahkan sempat merespons keras dengan menyatakan bahwa ucapan diskriminatif seperti itu sudah sama sekali tidak memiliki tempat di dunia modern saat ini.
Setelah gantung sepatu, kegemaran Chilavert dalam memicu konfrontasi juga merembet ke ranah politik praktis. Mengusung ideologi sayap kanan radikal, mantan kapten Albirroja ini sempat maju sebagai calon presiden Paraguay pada pemilu 2023, namun ia harus menelan pil pahit setelah hanya mampu meraup 0,8 persen suara di putaran pertama.