Pengalaman Axel Witsel Jadi Solusi Taktis Lini Tengah OGC Nice
Klub berjuluk Le Gym ini terus bergerak aktif di bursa transfer. Setelah meresmikan Nathan Ngoumou dari Borussia Monchengladbach, mereka kini mendapatkan jasa Axel Witsel. Gelandang berusia 37 tahun ini didatangkan tanpa biaya transfer setelah kontraknya berakhir. Kehadirannya diharapkan memberikan stabilitas bagi skuad asuhan pelatih OGC Nice musim ini.
Musim lalu, Witsel tampil sebanyak 32 kali bersama Girona. Ia juga sempat mencicipi ketatnya persaingan Piala Dunia musim panas ini saat memperkuat Belgia melawan Spanyol. Pengalaman luasnya bersama klub besar seperti Benfica, Zenit, dan Dortmund menjadi modal berharga. Witsel diproyeksikan mengisi peran krusial di sektor gelandang bertahan untuk mengarungi musim kompetisi yang panjang.
Read Also
Negosiasi kontrak berjalan dengan kesepakatan satu musim ditambah opsi perpanjangan satu tahun. Kedatangan pemain berjuluk Si Iblis Merah ini menjadi angin segar bagi Nice yang sedang mengalami krisis pemain. "Ini adalah tambahan kualitas yang sangat dibutuhkan tim saat ini," ujar sumber internal klub menanggapi situasi lini tengah yang ditinggalkan Laurent Abergel akibat cedera serius.
Dampak cedera Laurent Abergel memang memaksa OGC Nice untuk mencari pengganti yang tangguh. Witsel dinilai memiliki profil yang pas untuk menjalankan peran taktis tersebut di lapangan. Selain fokus pada Witsel, klub masih memantau perkembangan transfer Elye Wahi yang dikabarkan menjadi target utama berikutnya. Hingga kini, proses kepindahan Wahi masih tertahan dalam status siaga tanpa perkembangan signifikan dalam beberapa jam terakhir.