Penghormatan Emosional untuk Pelatih Paris Saint-Germain di Spanyol
Momen emosional kembali menghampiri pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique. Setelah mendapat penghormatan tifo dari suporter Paris untuk mendiang putrinya dan meraih bintang kedua bersama PSG, kini sang pelatih menangis di kampung halamannya. Pemerintah kota Gijon mengabadikan namanya pada sebuah pantai hijau setempat.
Berdasarkan laporan acara tersebut, penghormatan ini menjadi bentuk apresiasi mendalam bagi sang pelatih legendaris. Enrique tercatat telah meninggalkan Gijon lebih dari tiga dekade lalu untuk berkarier di dunia sepak bola profesional. Meski demikian, ia selalu konsisten kembali ke kota asalnya tersebut di setiap tahun.
Read Also
Menurut Luis Enrique, plakat nama itu bukan sekadar penghargaan untuk dirinya sendiri. Ia melihat nama kedua orang tuanya yang telah berkorban besar demi masa depan keluarga. "Mereka telah meninggalkan kota kelahiran mereka untuk datang ke sini. Mereka telah, sedang, dan akan selalu menjadi teladan saya," ujar pelatih berusia 56 tahun tersebut.
Suasana semakin mengharukan saat mantan pelatih tim nasional Spanyol itu mulai berbicara tentang keluarga kecil yang dibangunnya bersama sang istri. Air matanya kembali tumpah saat menyebut nama mendiang putrinya, Xana, yang meninggal akibat kanker pada usia sembilan tahun. "Kami telah membangun keluarga yang luar biasa dengan tiga anak," ucapnya lirih.