PSG kembali jadi sorotan lewat billet bertajuk strategi peminjaman pemain. Gabriel Moscardo, 21 tahun, sedang dipinjamkan ke Espanyol Barcelona. Ia menjelaskan targetnya untuk kembali ke PSG.
Moscardo mengaku mendapat permintaan khusus dari pelatihnya di Espanyol. Ia harus jadi pemain penting, titular, dan kumpulkan menit bermain. Tujuannya jelas, yaitu kembali ke PSG dengan status lebih siap.
PSG dikabarkan memantau Jules Kounde. Barcelona siap membuka pintu transfer musim dingin dengan harga turun menjadi 35 juta euro.
Read MorePSG memantau perkembangan Lennart Karl, talenta muda Bayern Munich. Bayern disebut hanya mau bernegosiasi jika ada tawaran mendekati 100 juta euro.
Read MoreNamun pertanyaan muncul soal arah peminjaman pemain PSG. Apakah untuk menyiapkan tempat di tim utama, mempermudah penjualan, atau mencoba bangkitkan rekrutan gagal. Satu kata pinjaman bisa punya tujuan sangat berbeda.
Adrien Rabiot jadi contoh sukses peminjaman pemain PSG. Ia dipinjamkan ke Toulouse pada paruh kedua musim 2012-2013. Setelah kembali, Rabiot perlahan jadi pilar lini tengah PSG.
Rabiot dan Kalimuendo Jadi Contoh
Selain Rabiot, ada nama Alphonse Areola dan Jean-Christophe Bahebeck. Areola sempat dipinjamkan ke Lens, Bastia, dan Villarreal. Ia kembali pada 2016 dan dapat peran di bawah mistar PSG.
Bahebeck kembali dari Troyes dan Valenciennes. Ia berkontribusi dalam rotasi skuad PSG musim 2014-2015. Setelah itu, ia kembali dipinjamkan tanpa menetap lama.
Arnaud Kalimuendo memberi gambaran berbeda. Dua musim di Lens membuatnya berkembang pesat. Ia kemudian dijual ke Rennes pada 2022, tanpa membangun karier di tim utama PSG.
Pengalaman itu dinilai bukan kegagalan, tetapi juga bukan bukti PSG selalu siap menerima pemain kembali. Tujuan peminjaman harus jelas sejak awal. Hasilnya baru bisa dinilai sesuai target awal.
Pelajaran dari Jesé dan Moscardo
Jesé Rodriguez jadi contoh peminjaman yang tidak berjalan sesuai harapan. Serangkaian peminjaman tak mampu mengembalikan performanya di PSG. Kontraknya berakhir dengan pemutusan pada 2020.
Kasus Jesé menunjukkan peminjaman tidak otomatis memperbaiki rekrutan gagal. Berganti klub tidak selalu menyelesaikan masalah utama. Evaluasi menyeluruh tetap dibutuhkan sebelum mengambil keputusan.
Bagi Moscardo, instruksi bermain lebih banyak sangat masuk akal. Cedera kaki setelah direkrut PSG sempat menghambat perkembangannya. Espanyol jadi tempat ia membangun kembali ritme kompetisi.
PSG tidak perlu menjanjikan tempat demi kesopanan. Peminjaman tidak menjamin level atau posisi titular. Klub peminjam juga punya target sendiri, bukan sekadar menyiapkan masa depan PSG.
Peminjaman tetap alat berguna, kadang wajib. Namun tujuannya harus dirumuskan jelas sejak awal. Bagi Moscardo, kesuksesan butuh usaha dua arah dari pemain dan klub.
Allez Paris
Submit Comment