|

PSG Pantau Jaydee Canvot, Crystal Palace Waspadai Godaan Transfer

Bek Crystal Palace Jaydee Canvot berebut bola dalam laga Premier League

Bek Crystal Palace Jaydee Canvot berebut bola dalam laga Premier League

PSG memantau bek Crystal Palace Jaydee Canvot untuk bursa transfer musim panas mendatang. Crystal Palace khawatir minat PSG bisa menggoda pemain berusia 20 tahun itu. Canvot pernah masuk radar PSG sebelum pindah ke Selhurst Park pada 2025.

Canvot bergabung dengan Crystal Palace dengan nilai transfer 20 juta poundsterling. Ia sudah tampil 41 kali untuk klub London selatan itu. Canvot berperan penting dalam keberhasilan Conference League musim lalu.

ALSO READ

Profil lengkap Mika Godts, winger baru PSG dari Ajax. Pemain Belgia ini direkrut dengan harga 45 juta euro untuk menggantikan Barcola.

Read More

Leonardo Balerdi mendapat pujian setelah debut bersama AS Roma. Bek Argentina ini tampil solid saat lawan Atalanta dan disukai fans.

Read More

Crystal Palace menilai Canvot sebagai aset penting untuk sekarang dan masa depan. Klub itu enggan melepas bek tengah muda tersebut. Minat klub-klub besar Eropa bisa mempersulit posisi Palace.

Mick Brown adalah mantan kepala pemandu bakat Manchester United. Ia menilai Canvot bisa tergoda jika PSG meningkatkan minat mereka. Peluang kembali ke Prancis bersama PSG menjadi daya tarik besar bagi Canvot.

Peringatan Mick Brown untuk Crystal Palace

Bek Crystal Palace Jaydee Canvot berebut bola dalam laga Premier League

"Akan sulit bagi Crystal Palace mempertahankan Canvot jika PSG meningkatkan minat mereka," ujar Mick Brown kepada Football Insider. Ia menyebut PSG sudah lama menginginkan pemain tersebut. Menurutnya, PSG bisa menjajaki kesepakatan itu.

Brown menilai PSG sedang dalam performa terbaik dan memenangi banyak gelar. Klub Prancis itu juga bisa menawarkan Canvot kesempatan kembali ke negaranya. Tawaran seperti itu selalu sulit ditolak pemain muda.

Crystal Palace disebut siap melakukan segala cara memblokir kepindahan Canvot. Klub itu sudah menolak pendekatan PSG pada musim panas lalu. Namun, situasi ini tetap sulit bagi klub sekelas Palace.

Brown menegaskan kritiknya bukan bentuk merendahkan Crystal Palace. Ia menilai Palace sudah mengelola perkembangan Canvot dengan baik. Canvot kini menjadi pemain penting bagi The Eagles.

Kontroversi Canvot di Crystal Palace

Canvot sempat dicadangkan pelatih Pierre Sage saat kalah 3-2 dari Ipswich. Sage tidak puas dengan performa Canvot melawan Fulham. Keputusan itu memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat.

Brown memperingatkan kritik publik Sage bisa menimbulkan masalah dengan pemain. Laporan kemudian menyebut petinggi Crystal Palace tidak senang dengan keputusan itu. Sage akhirnya terbukti benar setelah Canvot tampil bagus melawan Leeds.

Canvot kembali ke starting eleven dan tampil impresif di Elland Road. Ia membantu Crystal Palace meraih satu poin melawan Leeds. Performa itu menegaskan kualitasnya sebagai bek muda potensial.

Tekanan terhadap posisi Sage di Crystal Palace terus meningkat. Steve Parish mengakui manajemen klub tetap waspada terhadap situasi ini. Keputusan soal masa depan pelatih bisa diambil dalam waktu dekat.

Submit Comment