Achraf Hakimi sedang mengalami penurunan performa bersama PSG sejak delapan bulan terakhir. Bek kanan asal Maroko itu kesulitan menemukan permainan terbaiknya. Padahal Luis Enrique pernah menyebutnya sebagai bek kanan terbaik dunia pada akhir 2025.
Hakimi hanya mencetak satu gol dan lima assist sepanjang tahun 2026. Catatan itu jauh di bawah standar permainannya sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah dua cedera serius yang dialaminya musim lalu.
Ferran Torres diprediksi starter saat PSG vs Lille. Safonov di gawang, Kvaratskhelia dan Doué temani di lini depan.
Read MorePSG mengumumkan hanya Alessandro Longoni yang absen saat menjamu Slovan Bratislava. Skuad Luis Enrique hampir lengkap untuk laga perdana Liga Champions.
Read MoreCedera pergelangan kaki dan hamstring membuat Hakimi absen 80 hari dan 22 pertandingan. Dua cedera itu menghambat ritme permainannya secara signifikan. Meski intensitas larinya masih tinggi, ketajaman fisik dan akurasi umpan menurun.
PSG akan menghadapi Slovan Bratislava di Liga Champions pada Rabu ini. Hakimi diharapkan bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya. Namun kondisi saat ini masih jauh dari ekspektasi tim dan pelatih.
Rotasi Pemain Pengaruhi Hakimi
Hakimi kehilangan chemistry dengan rekan setim akibat rotasi pemain di sayap kanan. Ia dulu memiliki hubungan baik dengan Ousmane Dembele pada musim 2024-2025. Kini ia bergantian bermain dengan Desire Doue, Khvitcha Kvaratskhelia, Bradley Barcola, Lee Kang-in, dan Maghnes Akliouche.
Tanpa automasi yang kuat, Hakimi kesulitan dalam permainan tekanan. Beberapa ketidakakuratan teknis muncul dalam umpan-umpannya. Kondisi ini membuat efektivitas serangan dari sisi kanan PSG menurun.
Staf pelatih PSG tidak panik menghadapi situasi ini. Mereka memahami Hakimi butuh menit bermain untuk kembali ke ritme terbaiknya. Luis Enrique berencana memberi waktu istirahat khusus untuk pemain berusia 27 tahun itu.
Manajemen waktu bermain ini sudah pernah diterapkan kepada pemain inti lainnya. Tujuannya untuk memulihkan kondisi fisik tanpa risiko cedera berulang. PSG percaya Hakimi bisa kembali ke level terbaiknya dengan pendekatan ini.
Beban Hukum Hakimi
Hakimi juga terbebani kasus hukum yang menimpanya sejak Februari 2023. Pengadilan banding Versailles mengonfirmasi pengirimannya ke pengadilan kriminal akhir Juni lalu. Ia mengajukan banding ke Mahkamah Agung dengan keputusan diharapkan pada Oktober.
Proses persidangan diperkirakan berlangsung dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Meski tim kuasa hukumnya menyatakan ketenangan Hakimi, beban psikologis tetap terasa. Pemain Maroko itu harus tampil maksimal sepanjang musim dengan tekanan ekstra.
Kasus ini menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi konsentrasi Hakimi di lapangan. Ia harus membagi fokus antara tuntutan performa dan proses hukum. Situasi ini memperburuk penurunan performa yang sudah dimulai sejak cedera.
PSG berharap Hakimi bisa melewati masa sulit ini dengan dukungan penuh klub. Luis Enrique dan staf pelatih akan terus mendampinginya secara mental dan fisik. Pemulihan penuh Hakimi menjadi kunci kesuksesan PSG musim ini.
Allez Paris
Submit Comment