Achraf Hakimi masih berjuang mengembalikan performa terbaik di PSG. Bek sayap asal Maroko ini menjadi pilar penting dalam dua musim bersejarah klub. Ia berkontribusi besar dalam raihan dua gelar Liga Champions.
Cedera panjang menghantam Hakimi pada musim lalu. Ia absen pada November 2025 dan kembali cedera pada April 2026. Total 80 hari absen dan 22 laga dilewatkan akibat dua cedera tersebut.
Luis Enrique mengungkap alasan Bradley Barcola hengkang dari PSG. Pemain menginginkan status lebih besar tapi pelatih menolak memberi jaminan. Keduanya sepakat berpisah.
Read MorePerforma buruk Matvei Safonov buka peluang Lucas Chevalier jadi kiper utama PSG. Luis Enrique pertimbangkan persaingan di bawah mistar.
Read MoreStatistik menunjukkan penurunan performa Hakimi musim ini. Ia hanya mencetak satu gol dan lima assist dari 2010 menit bermain. Jumlah sentuhan bola per pertandingan juga mengalami penurunan signifikan.
L'Equipe melaporkan bahwa Hakimi belum menemukan ketajaman teknik dan akurasi keputusan di lapangan. Ia masih mampu melakukan lari intensitas tinggi. Namun, dominasi fisik yang menjadi ciri khasnya mulai pudar.
Fisik Hakimi Belum Pulih Total
Achraf Hakimi membangun karier di atas profil atletik istimewa. Cedera beruntun menjadi pengalaman baru yang mengganggu ritmenya. Ini menjadi tantangan terbesar dalam karier sang pemain.
Luis Enrique memantau perkembangan fisik Hakimi dengan saksama. Pelatih asal Spanyol itu tahu betul pentingnya sang bek bagi tim. Kondisi Hakimi menjadi prioritas dalam strategi rotasi musim ini.
Manajemen PSG sendiri tidak terlalu khawatir dengan kondisi Hakimi. Mereka yakin pemain butuh menit bermain untuk kembali ke level terbaik. Kepercayaan itu diberikan penuh kepada sang bek sayap.
Hakimi masih tampil menjanjikan dalam beberapa laga terakhir. Ia menunjukkan kemampuan berlari intensitas tinggi melawan Monaco dan Lille. Namun, konsistensi performa masih belum stabil.
Rencana Istirahat Khusus
Luis Enrique berencana memberi jadwal istirahat khusus untuk Achraf Hakimi. Langkah ini diambil agar sang pemain bisa pulih total. Pelatih PSG sering menerapkan strategi serupa pada pemain inti lainnya.
Istirahat terjadwal diyakini bisa membantu Hakimi mengembalikan sensasi terbaik. Ia akan mendapatkan waktu pemulihan lebih banyak tanpa tekanan pertandingan. Targetnya adalah performa puncak di paruh kedua musim.
PSG tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan Hakimi terus bermain. Kesehatan pemain menjadi prioritas utama klub. Mereka belajar dari pengalaman cedera panjang yang dialami musim lalu.
Hakimi siap menjalani program pemulihan yang diberikan tim pelatih. Ia bertekad kembali ke level terbaik sebagai bek kanan dunia. Dukungan penuh dari klub dan suporter menjadi motivasi tambahan.
Allez Paris
Submit Comment