Kylian Mbappe menjadi bulan-bulanan pers Spanyol usai gagal eksekusi penalti di waktu tambahan. Real Madrid kalah 0-1 dari Sevilla dalam laga La Liga pekan ini. Kegagalan itu mengakhiri rekor tak terkalahkan Los Blancos musim 2026/2027.
Thomas Roncero dari AS menulis kritik pedas terhadap performa Mbappe. Ia menyebut malam itu sebagai 'malam hitam' bagi pemain Prancis. Roncero menyoroti dua peluang emas yang gagal dimaksimalkan Mbappe di babak pertama.
PSG bermain imbang 1-1 melawan Manchester United dalam laga uji coba di Goteborg. Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol, sementara Safonov tampil gemilang di bawah mistar.
Read MoreJoao Neves dipastikan absen saat PSG menghadapi Lille di Ligue 1 2026/2027 karena sakit. Gelandang Portugal itu tidak masuk dalam skuad.
Read More"Dia gagal memanfaatkan dua kesempatan beruntun di depan gawang kosong. Tembakannya justru mengenai bek Sevilla. Kemudian dia gagal lagi dari titik penalti," tulis Roncero dalam kolomnya.
Pers Spanyol menilai ketidakmampuan Mbappe mencetak gol merugikan tim. Mundo Deportivo menyebut Mbappe sebagai simbol fiasco Real Madrid. Sport menambahkan bahwa kekalahan ini menjadi pukulan pertama bagi pasukan Jose Mourinho.
PSG Juga Tumbang dari Monaco
Kekalahan Real Madrid berbarengan dengan hasil buruk PSG di Ligue 1. PSG kalah dari Monaco di Parc des Princes. Kekalahan ini memperpanjang start goyah Luis Enrique di awal musim.
Lini pertahanan PSG kembali menjadi sorotan usai kebobolan delapan gol dari lima pertandingan. Matvei Safonov dinilai kurang impresif dan rapuh di tiang dekat. Duet Marquinhos dan Pacho juga menunjukkan kelemahan fisik pasca Piala Dunia.
Luis Enrique kembali menempatkan Warren Zaïre-Emery sebagai bek kiri. Langkah itu dinilai sebagai eksperimen taktik yang gagal. Warren tidak menunjukkan performa terbaik di posisi yang tidak natural baginya.
Lini tengah PSG yang dihuni Neves, Vitinha, dan Fabian Ruiz juga mendapat kritik. Mereka kesulitan melakukan pressing balik dan meninggalkan pertahanan tanpa perlindungan. Akibatnya, lini belakang PSG sering kali menghadapi serangan balik cepat lawan.
Isak Bersinar di Liverpool
Alexander Isak menjadi bintang kemenangan Liverpool atas Ipswich. Pemain Swedia itu mencetak dua gol dalam waktu sepuluh menit. Kedua golnya tercipta berkat assist dari Cody Gakpo.
Kemenangan ini menjadi kemenangan perdana Andoni Iraola sebagai pelatih Liverpool. Isak menunjukkan performa yang jauh berbeda dari musim pertamanya yang penuh kesulitan. Ia tampak percaya diri dan tajam di depan gawang.
Daily Mail dan The Telegraph menyoroti kebangkitan Isak di Liverpool. Penampilan itu bisa menjadi titik balik kariernya di Anfield. Isak membuktikan bahwa ia layak dipercaya sebagai ujung tombak The Reds.
Situasi di tiga klub besar Eropa menunjukkan dinamika yang berbeda. Mbappe tertekan di Madrid, PSG goyah di Paris, sementara Isak bersinar di Liverpool. Ketiga cerita ini mewarnai awal musim sepak bola Eropa 2026/2027.
Allez Paris
Submit Comment