Presiden FIFA Gianni Infantino resmi mencalonkan diri untuk periode ketiga pada Maret 2027. Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh juru bicara FIFA kepada AFP pada hari Minggu. Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016 dan kembali terpilih pada 2023.
Pengumuman ini muncul di tengah tekanan besar terhadap kepemimpinan Infantino. Sejumlah federasi besar menyatakan penolakan terhadap gaya kepemimpinannya. UEFA, Concacaf, dan AFC bahkan mengirim surat bersama pada awal Agustus untuk menyatakan sikap.
PSG resmi mendaftarkan 24 pemain untuk fase liga Ligue Champions 2026-2027. Skuad ini diisi penggawa anyar seperti Maghnes Akliouche dan Mika Godts.
Read MorePSG menargetkan tiga pemain timnas Prancis pada bursa transfer 2027. Dayot Upamecano, William Saliba, dan Manu Kone masuk dalam daftar incaran Luis Campos.
Read MoreBeberapa negara Eropa juga menarik dukungan mereka terhadap Infantino. Italia menjadi negara terakhir yang bergabung dengan pihak oposisi pada akhir Agustus. Sebelumnya, Swedia, Skotlandia, dan Selandia Baru telah lebih dulu menyatakan sikap serupa.
Keputusan Infantino maju kembali juga diwarnai kegagalan proyek FIFA Forward Enterprise. Proyek tersebut gagal merealisasikan rencana pembentukan perusahaan komersial untuk menarik investor swasta. Padahal perusahaan itu diharapkan mengelola aktivitas komersial Piala Dunia.
Dukungan dan Tantangan Infantino
Meski mendapat penolakan dari banyak pihak, Infantino masih memiliki dukungan kuat dari sejumlah kawasan. CAF atau Konfederasi Sepak Bola Afrika mendukungnya secara bulat. Sebagian besar anggota Conmebol juga masih berada di pihak Infantino.
Dukungan politik juga datang dari tokoh-tokoh penting dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut-sebut sebagai salah satu pendukung Infantino. Dukungan ini bisa menjadi faktor penting dalam perebutan suara federasi di berbagai negara.
Untuk memenangkan pemilihan, Infantino hanya butuh suara mayoritas sederhana dari 211 federasi anggota FIFA. Jumlah itu lebih mudah dicapai dibandingkan ambang batas dua pertiga. Namun oposisi yang terorganisir tetap menjadi ancaman serius baginya.
Para calon pesaing memiliki waktu hingga 18 November untuk mendaftar. Hingga saat ini, Infantino masih menjadi satu-satunya kandidat resmi. Namun situasi bisa berubah jika federasi-federasi Eropa bersatu mengusung kandidat alternatif.
Dinamika Politik Sepak Bola Dunia
Penolakan UEFA, Concacaf, dan AFC terhadap Infantino menunjukkan perpecahan di tubuh FIFA. Tiga konfederasi besar itu sebelumnya jarang bersikap bersama melawan presiden yang berkuasa. Surat bersama mereka menjadi sinyal kuat perubahan peta kekuatan politik sepak bola.
Faktor kegagalan proyek bisnis juga menambah daftar kritik terhadap Infantino. Banyak pihak menilai ia terlalu fokus pada ekspansi komersial daripada pengembangan sepak bola akar rumput. Proyek FIFA Forward Enterprise yang batal justru mencoreng kredibilitasnya.
Di sisi lain, dukungan dari Afrika dan Amerika Selatan tetap menjadi modal besar Infantino. Blok suara dari dua kawasan ini cukup signifikan untuk memenangkan pemilihan. Namun ia harus memastikan tidak ada lagi federasi yang membelot ke kubu oposisi.
Pemilihan Presiden FIFA 2027 akan menjadi ujian terbesar bagi Infantino sejak pertama kali menjabat. Ia harus mempertahankan basis dukungan sambil meredam kritik dari faksi Eropa. Hasil pemilihan nanti akan menentukan arah kepemimpinan sepak bola global untuk empat tahun ke depan.
Allez Paris
Submit Comment