|

Walid Regragui Sesalkan Gambar Buruk Final CAN 2025

Walid Regragui bicara soal kontroversi final CAN 2025 Maroko vs Senegal

Walid Regragui bicara soal kontroversi final CAN 2025 Maroko vs Senegal

Walid Regragui buka suara soal final Piala Afrika 2025. Mantan pelatih Maroko itu kini menjadi konsultan di CFC Canal+. Ia mengakui masih ada penyesalan atas insiden di laga tersebut.

Regragui menyoroti aksi pemain Senegal yang keluar lapangan. Ia menyebut kejadian itu tidak pernah terjadi di final kontinental atau dunia. Regragui menilai insiden tersebut merusak citra sepak bola Afrika.

ALSO READ

Penyerang Olympiacos, Ayoub El Kaabi, alami patah tulang usai benturan dengan kiper Volos FC. Pemain Maroko berusia 33 tahun itu harus menjalani pemulihan panjang.

Read More

Luis Enrique mengonfirmasi bahwa dua hingga tiga pemain penting PSG akan dicadangkan setiap pekan. Lucas Digne menjadi korban terbaru saat melawan Monaco.

Read More

Maroko dan Senegal bertemu di final CAN 2025 yang digelar di Afrika. Laga berakhir dengan kontroversi setelah pemain Senegal keluar lapangan. CAF akhirnya memberikan gelar juara kepada Maroko.

"CAF sudah memberikan gelar kepada kami saat ini. Namun kasus masih berlanjut ke TAS. Kami akan menunggu keputusan dan menerimanya dengan lapang dada," ujar Regragui dalam wawancara.

Regragui Soroti Ketidakadilan di Final

Walid Regragui bicara soal kontroversi final CAN 2025 Maroko vs Senegal

Regragui menyebut keputusan TAS datang terlambat. Ia berharap proses administrasi tidak memakan waktu lama. Semua pihak ingin naik podium dan mengangkat trofi di depan pendukungnya.

Pelatih asal Maroko itu menyoroti aksi luar biasa di final tersebut. Pemain Senegal yang keluar lapangan seharusnya mendapat kartu kuning kedua. Senegal seharusnya bermain dengan sembilan pemain.

Ia melihat banyak hal tidak pantas terjadi di lapangan. Kedua tim sama-sama menunjukkan perilaku buruk. Regragui kecewa pada pelatih Senegal karena tidak menunjukkan citra positif.

Regragui menegaskan keputusan akhir ada di tangan TAS. Ia sudah move on dari insiden tersebut keesokan harinya. Yang terpenting baginya adalah mewakili benua Afrika dengan baik.

Kritik untuk Perilaku Pemain Senegal

Regragui mengingat pernyataannya pada 2022 tentang sepak bola Afrika. Ia pernah menyebut benua Afrika sering direndahkan oleh Eropa dan dunia. Insiden final CAN 2025 justru membenarkan kritik tersebut.

Perilaku negatif di lapangan memberi amunisi bagi pencela sepak bola Afrika. Regragui menyayangkan kejadian itu terjadi di panggung besar. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Mantan pelatih Maroko itu fokus pada perannya sebagai konsultan. Ia ingin membangun citra positif untuk sepak bola benua Afrika. Regragui mengajak semua pihak belajar dari insiden tersebut.

Keputusan TAS akan menjadi penentu akhir gelar juara CAN 2025. Maroko saat ini masih memegang trofi setelah putusan CAF. Regragui menegaskan dirinya siap menerima apapun hasil dari TAS.

Submit Comment