Derby Belgrade kembali diwarnai aksi kontroversial dari tribun penonton. Etoile Rouge menang 2-1 atas Partizan di laga bergengsi tersebut. Suporter tuan rumah mendedikasikan sebuah tifo untuk Ratko Mladic.
Ratko Mladic adalah mantan pemimpin militer Serbia Bosnia yang meninggal pada 27 Agustus lalu. Ia dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan internasional. Vonis itu terkait genosida dan kejahatan perang di Bosnia.
Luis Enrique buka suara terkait kepergian Bradley Barcola dari PSG ke Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu menyebut sang pemain menginginkan waktu bermain lebih banyak.
Read MoreOlympique Lyonnais nyaris bangkrut sebelum Michelle Kang mengambil alih kepemilikan. Direktur klub mengungkap butuh tiga tahun untuk pemulihan finansial.
Read MoreTifo itu memuat tulisan 'Direction: Potocari' yang merujuk pada lokasi pemakaman korban Srebrenica. Sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibantai di sana pada Juli 1995. Pembantaian itu diakui sebagai genosida oleh pengadilan internasional.
Aksi suporter ini menuai kecaman luas dari berbagai kalangan. UEFA selaku badan sepak bola Eropa langsung merespons insiden tersebut. Mereka memutuskan untuk membuka penyelidikan resmi terhadap Etoile Rouge.
Reaksi UEFA dan Publik
UEFA mengecam keras penghormatan terhadap sosok Ratko Mladic di stadion. Mereka menilai tifo tersebut melanggar peraturan disiplin terkait perilaku rasis dan provokatif. Komite disiplin UEFA akan mempelajari laporan dari pertandingan.
"Kami menyelidiki insiden yang terjadi selama pertandingan Etoile Rouge melawan Partizan. Perilaku ini tidak dapat diterima dan melanggar nilai-nilai olahraga. Kami akan menjatuhkan sanksi jika terbukti ada pelanggaran," ujar juru bicara UEFA.
Banyak pihak di luar Serbia menganggap Mladic sebagai penjahat perang. Namun di Serbia, pandangan tentang sosoknya terbelah dan kompleks. Sebagian kalangan nasionalis melihatnya sebagai pahlawan atau simbol perjuangan.
Para kritikus mengecam tindakan klub yang mengunggah tifo tersebut di media sosial. Mereka menganggap itu bentuk normalisasi kejahatan perang. Etoire Rouge kemudian menghapus unggahan itu setelah mendapat banyak protes.
Dampak bagi Etoile Rouge
Etoile Rouge kini terancam sanksi berat dari UEFA. Denda uang hingga larangan penonton bisa menjadi hukuman yang dijatuhkan. Ini bukan pertama kalinya klub Serbia itu bermasalah dengan disiplin UEFA.
Suporter Etoile Rouge memang terkenal dengan aksi-aksi nasionalis di tribun. Tifo kontroversial sering muncul di laga-laga besar, terutama melawan Partizan. Namun penghormatan untuk Mladic dianggap melewati batas oleh banyak pihak.
Penyelidikan UEFA biasanya memakan waktu beberapa pekan. Klub punya hak untuk memberikan pembelaan atas tuduhan tersebut. Hasil akhirnya akan diumumkan dalam sidang komite disiplin mendatang.
Insiden ini meredupkan sorotan atas kemenangan Etoile Rouge di derby. Fokus publik kini beralih pada penyelidikan dan potensi sanksi. Klub harus menanggung konsekuensi dari aksi suporter mereka sendiri.
Allez Paris
Submit Comment