Andy Diouf tampil impresif di awal musim Serie A bersama Inter Milan. Pemain 23 tahun itu menjadi andalan di posisi piston kanan. Penampilannya menarik perhatian banyak pihak.
Diouf bergabung dengan Inter dari RC Lens musim panas lalu dengan nilai transfer 20 juta euro. Awalnya ia kesulitan mendapat menit bermain. Namun musim kedua ini ia berhasil menjadi starter.
Kylian Mbappe bicara soal Ballon d'Or, kritik duet dengan Vinicius Jr, dan performa PSG di Liga Champions. Ia siap hadapi Inter Milan.
Read MorePSG meraup 182 juta euro dari penjualan pemain musim ini. Klub mendatangkan empat pemain baru untuk memperkuat kedalaman skuat.
Read MorePelatih Chivu memindahkan posisinya dari gelandang menjadi wing-back kanan. Keputusan itu membuahkan hasil. Diouf kini tampil percaya diri dan lepas dari tekanan.
Pemain kelahiran Nanterre itu mencetak tiga gol di pramusim termasuk satu ke gawang Juventus. Ia juga membuat dua assist di laga pertama Serie A melawan Monza. Performanya terus meningkat.
Penampilan Cemerlang Lawan Napoli
Andy Diouf menunjukkan kualitas terbaiknya saat Inter Milan mengalahkan Napoli 3-2 akhir pekan lalu. Ia mencatat enam tekel sukses dari enam percobaan. Angka itu membuktikan kemampuan bertahannya mumpuni.
Di sisi serang, ia juga aktif membantu serangan tim. Kecepatan dan umpan silangnya menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Ia mulai membuat suporter Inter melupakan kepergian Denzel Dumfries.
Persaingan dengan Djed Spence juga membuatnya semakin termotivasi. Namun Diouf saat ini menjadi pilihan utama. Ia berhasil mengamankan posisi starter di sayap kanan.
Diouf memiliki keinginan besar untuk kembali ke posisi gelandang tengah. Namun ia menikmati peran barunya sebagai piston modern. Pola 3-5-2 Chivu sangat cocok dengan karakter permainannya.
Peluang ke Timnas Prancis
Penampilan impresif Diouf di Serie A dan Liga Champions bisa membukakan pintu timnas Prancis. Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Les Bleus mencari solusi di posisi bek kanan. Diouf bisa menjadi jawaban untuk jangka panjang.
Ia pernah memperkuat timnas Prancis di semua kelompok umur. Diouf juga menjadi bagian dari tim peraih medali perak Olimpiade 2024. Ambisinya bermain untuk tim senior sudah lama ia nyatakan.
"Saya selalu bermimpi bermain untuk timnas Prancis. Panggilan itu akan menjadi pengakuan atas kerja keras saya. Saya akan terus bekerja dan menunggu kesempatan itu," ujar Andy Diouf.
Laga melawan Real Madrid di Liga Champions jadi panggung besar untuk membuktikan kemampuannya. Pertandingan melawan raksasa Eropa itu akan menjadi ujian sesungguhnya. Jika tampil gemilang, panggilan timnas Prancis bisa segera datang.
Allez Paris
Submit Comment