PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions untuk kedua kalinya beruntun. Mereka mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4-3 di final. Laga berlangsung di Puskás Aréna, Budapest, Hongaria.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga 120 menit pertandingan. Gol Arsenal dicetak Kai Havertz pada menit keenam. PSG menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembélé pada menit 65.
Morgan Rogers mencetak gol dalam satu menit pertama laga Arsenal vs Chelsea. Rekrutan senilai 140 juta euro itu langsung buktikan kepantasan harga mahalnya.
Read MorePerforma buruk Matvei Safonov buka peluang Lucas Chevalier jadi kiper utama PSG. Luis Enrique pertimbangkan persaingan di bawah mistar.
Read MoreFinal ini menjadi laga pertama yang ditentukan adu penalti dalam satu dekade terakhir. Terakhir kali terjadi pada 2016 saat Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid. PSG keluar sebagai pemenang setelah eksekusi yang dramatis.
Kemenangan ini mengukuhkan PSG sebagai juara bertahan dua musim. Mereka menjadi klub pertama yang memenangkan gelar beruntun sejak Real Madrid tiga kali berturut-turut 2016-2018. Prestasi ini menambah daftar pencapaian klub asal Prancis.
Jalannya Pertandingan
Arsenal unggul cepat pada menit keenam. Tendangan Havertz dari sisi kiri meluncur deras ke gawang PSG. Kiper Matvey Safonov tidak mampu menjangkau bola yang masuk ke bawah mistar.
Havertz mencetak sejarah dengan gol ini. Ia bergabung dengan Cristiano Ronaldo dan Mario Mandžukić sebagai pemain yang mencetak gol di final UCL untuk dua klub berbeda. Sebelumnya ia mencetak gol untuk Chelsea di final 2021.
PSG mendominasi penguasaan bola sepanjang laga. Mereka terus menekan pertahanan Arsenal. Peluang emas datang saat Khvicha Kvaratskhelia dilanggar di kotak penalti.
Wasit menunjuk titik putih setelah pengecekan VAR. Ousmane Dembélé yang menjadi eksekutor sukses memperdayai David Raya. Skor 1-1 bertahan hingga babak kedua dan perpanjangan waktu.
Adu Penalti dan Statistik
PSG memulai adu penalti dengan Gonçalo Ramos yang mencetak gol. Arsenal merespons lewat Viktor Gyokeres. Désiré Doué dan Achraf Hakimi juga sukses mengeksekusi penalti mereka.
Eberechi Eze menjadi eksekutor pertama yang gagal untuk Arsenal. David Raya sempat menyelamatkan satu penalti dari Nuno Mendes. Namun Gabriel Magalhães menjadi penentu dengan tendangan yang melambung tinggi.
Vitinha dinobatkan sebagai Man of the Match. Ia tampil impresif mengatur lini tengah PSG. Statistik mencatat 266 pertandingan Arsenal tanpa gelar UCL sejak kompetisi bergulir.
Kekalahan ini menjadi blemis pertama Arsenal di UCL musim ini. Ini juga menjadi kekalahan kedua mereka dalam 118 laga terakhir saat unggul di babak pertama. PSG layak merayakan pencapaian bersejarah ini.
Allez Paris
Submit Comment