Keputusan PSG tidak mendatangkan kiper baru di bursa transfer musim panas mulai dipertanyakan. Penampilan Matvei Safonov yang menurun di awal musim Ligue 1 menjadi sorotan utama. Klub asal ibu kota Prancis itu gagal menambah opsi di posisi penjaga gawang.
PSG mengakhiri jendela transfer tanpa kiper anyar setelah upaya merekrut Zion Suzuki gagal terwujud. Klub juga tidak menemukan peminat untuk Lucas Chevalier yang didatangkan dari Lille musim lalu. Akibatnya, komposisi kiper PSG tetap sama seperti musim sebelumnya.
Luis Enrique menantang pesaing untuk bertaruh siapa juara Ligue 1. Pelatih PSG itu tetap optimistis meski timnya memulai musim dengan buruk.
Read MoreLucas Chevalier kembali mengancam posisi Matvey Safonov di bawah mistar PSG. Performa buruk Safonov dengan 8 gol kemasukan jadi pembuka peluang bagi Chevalier.
Read MoreKeputusan ini mulai berbuah masalah setelah Safonov kesulitan menjaga gawangnya perawan. Kiper asal Rusia itu kebobolan enam gol dari sembilan tembakan tepat sasaran yang ia hadapi. Statistik buruk ini berkontribusi pada start lambat PSG di Ligue 1.
PSG memulai musim dengan tiga pertandingan tanpa kemenangan di kompetisi domestik. Kondisi ini memicu pertanyaan apakah keputusan tidak merekrut kiper baru adalah kesalahan besar. Safonov sebelumnya tampil baik dan membantu PSG meraih gelar juara musim lalu.
Safonov Tak Sendiri Menanggung Beban
Meski performa Safonov menurun, ia tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas hasil buruk PSG. Lini pertahanan tim juga tampil kurang solid dan gagal melindungi gawang dengan baik. Para penyerang pun tidak cukup klinis dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Krisis di awal musim ini lebih merupakan masalah tim secara keseluruhan. Bukan hanya kesalahan individu yang dilakukan oleh Safonov di bawah mistar. Seluruh elemen tim harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki catatan buruk ini.
Kegagalan merekrut Zion Suzuki menjadi titik kritis dalam perencanaan transfer PSG. Kiper asal Jepang itu menjadi target utama namun kesepakatan tidak pernah tercapai. Kini, keputusan tersebut mulai menunjukkan dampak negatifnya di lapangan.
Situasi ini diperparah dengan tidak adanya peminat untuk Lucas Chevalier di bursa transfer. Kiper muda Prancis itu tetap bertahan di PSG meski jarang mendapat kesempatan bermain. Kondisi ini membuat posisi kiper PSG menjadi perhatian utama.
Kekhawatiran Lain di PSG
Selain masalah kiper, situasi lain juga mulai mengkhawatirkan di kubu PSG. Performa Lucas Digne yang baru direkrut musim panas ini menjadi sorotan tersendiri. Kondisinya dinilai lebih mengkhawatirkan dibandingkan masalah di lini penjaga gawang.
PSG juga harus menghadapi rumor transfer yang mengepung pemain kunci mereka. Chelsea dilaporkan memiliki ambisi besar untuk merekrut salah satu pilar utama PSG. Spekulasi ini menambah tekanan bagi tim yang sedang berusaha bangkit.
Luis Enrique tidak bisa menahan diri untuk ikut berkomentar tentang perebutan Ballon d'Or. Pelatih asal Spanyol itu memberikan pendapatnya mengenai siapa yang pantas memenangkan penghargaan individu tertinggi. Namun, fokus utama tetaplah performa tim di lapangan.
Start lambat PSG di Ligue 1 menjadi alarm bagi manajemen klub untuk segera bertindak. Meski bursa transfer sudah ditutup, evaluasi mendalam terhadap kinerja tim tetap diperlukan. Kegagalan di awal musim bisa berdampak panjang pada perburuan gelar juara.
Allez Paris
Submit Comment