Persaingan kiper PSG kembali memanas setelah start buruk Matvey Safonov di musim 2026/2027. Kiper asal Rusia itu sudah kebobolan 8 gol dalam 5 pertandingan resmi. Catatan ini membuat posisinya sebagai kiper utama mulai terusik.
PSG menelan hasil negatif di awal musim setelah dua kali imbang di Ligue 1. Mereka juga kalah 1-2 dari Monaco di Parc des Princes pada Jumat (4/9). Sebelumnya, tim asuhan Luis Enrique juga tumbang dari Lens di ajang Trophée des Champions.
Mika Godts langsung menyetujui pindah ke PSG setelah dihubungi Luis Campos. Ajax menerima tawaran 45 juta euro plus bonus untuk pemain sayap Belgia berusia 21 tahun itu.
Read MoreLuis Enrique buka suara terkait kepergian Bradley Barcola dari PSG ke Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu menyebut sang pemain menginginkan waktu bermain lebih banyak.
Read MoreSafonov menjadi sorotan utama setelah kesalahan fatal di laga kontra Monaco. Ia gagal mengantisipasi tembakan Stanis Idumbo yang bersarang di gawang pada menit krusial. Gol itu tercipta dari sisi tiang dekat yang seharusnya bisa dijangkau kiper 26 tahun tersebut.
Situasi ini membuka peluang besar bagi Lucas Chevalier untuk merebut tempat utama. Kiper berusia 24 tahun itu belum tampil semenit pun di kompetisi resmi sejak Januari lalu. Ia tersisih setelah kehilangan posisi dari Safonov pada musim sebelumnya.
Peluang Chevalier Kembali ke Gawang
L'Equipe melaporkan bahwa Chevalier kini berpeluang menggoyang posisi Safonov di bawah mistar. Kemampuan teknis kiper asal Prancis itu tidak pernah diragukan oleh staf pelatih. Masalah utamanya adalah manajemen stres saat menghadapi laga-laga besar.
Chevalier memilih bertahan di Paris pada musim panas dengan tekad membuktikan diri. Ia siap berjuang merebut kembali posisi yang pernah menjadi miliknya. Kini pintu kesempatan itu kembali terbuka setelah performa Safonov menurun drastis.
Luis Enrique dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu mengambil keputusan radikal. Ia lebih mengutamakan meritokrasi dibandingkan nama besar di dalam skuat. Pelatih asal Spanyol itu pernah menepikan Gianluigi Donnarumma meski tampil gemilang di Liga Champions.
Sikap tegas Enrique juga terlihat dari penanganan Lucas Digne sejak awal musim. Bek kiri itu tersingkir dari skuat utama tanpa kompromi. Pola ini menunjukkan bahwa status Safonov sebagai kiper nomor satu tidak akan bertahan lama jika performanya terus menurun.
Tekanan Besar bagi Safonov
Matvey Safonov kini berada dalam tekanan besar untuk mempertahankan posisinya. Ia masih diberi waktu oleh Luis Enrique untuk menunjukkan perbaikan performa. Namun, kiper Rusia itu tidak punya ruang lagi untuk melakukan kesalahan di laga berikutnya.
Start buruk PSG di Ligue 1 membuat situasi semakin genting bagi Safonov. Ia bukan satu-satunya penyebab masalah di lini pertahanan Paris. Namun, kesalahan individu di momen kritis jadi sorotan utama publik dan media Prancis.
Chevalier disebut menunjukkan sikap positif dan mentalitas juara dalam latihan. Ia menjalani sesi latihan dengan intensitas tinggi sesuai tuntutan pelatih. Sikap profesional inilah yang bisa menjadi kunci untuk merebut kembali kepercayaan Luis Enrique.
Persaingan kiper PSG akan menjadi salah satu cerita menarik musim ini. Jika Safonov gagal memperbaiki performa, Chevalier siap mengambil alih tugas di bawah mistar gawang. Keputusan ada di tangan Luis Enrique yang dikenal tidak segan membuat perubahan besar.
Allez Paris
Submit Comment