|

PSG 13e Ligue 1, Luis Enrique Tak Panik

Luis Enrique memberi instruksi di pinggir lapangan saat PSG tertinggal dari Monaco

Luis Enrique memberi instruksi di pinggir lapangan saat PSG tertinggal dari Monaco

Paris Saint-Germain memulai musim Ligue 1 dengan start terburuk sejak era QSI. Klub asal ibu kota itu kini duduk di posisi 13 klasemen dengan hanya dua poin. PSG belum meraih kemenangan dari tiga pertandingan yang sudah dijalani.

Hasil imbang melawan Rennes dan Lille menjadi awal yang mengecewakan. Kekalahan 1-2 dari Monaco di Parc des Princes semakin memperburuk posisi PSG. Les Parisiens kini tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen.

ALSO READ

Victor Osimhen memimpin daftar top skor Eropa musim 2026/2027. Raphinha menempati posisi kedua dengan statistik sama tetapi menit bermain lebih banyak.

Read More

Pelatih PSG Luis Enrique mengungkap kekhawatirannya terkait kondisi rumput baru di Parc des Princes. Ia menilai kualitas lapangan masih perlu diuji jelang laga melawan AS Monaco.

Read More

Catatan ini menjadi yang terburuk dalam sejarah PSG di bawah kepemilikan QSI. Sebelumnya, tim asuhan Luis Enrique tak pernah mengoleksi poin serendah ini setelah tiga laga. Start 2020-2021 dengan tiga poin pun masih lebih baik dari musim ini.

Monaco memimpin klasemen dengan sembilan poin dari tiga kemenangan. Sementara PSG baru mengemas dua poin dari sembilan yang tersedia. Jarak tujuh poin di awal musim jadi tantangan berat bagi juara bertahan.

Krisis Hasil Bukan Krisis Permainan

Luis Enrique memberi instruksi di pinggir lapangan saat PSG tertinggal dari Monaco

Luis Enrique menilai performa timnya tak seburuk hasil akhir yang didapat. Pelatih asal Spanyol itu melihat PSG masih mendominasi permainan melawan Monaco. Ia menyoroti ketajaman sebagai masalah utama yang harus diperbaiki.

"Hasil ini tidak mencerminkan jalannya pertandingan sebenarnya," ujar Luis Enrique, pelatih PSG. Ia menolak menunjukkan kekhawatiran berlebihan di awal musim. Pelatih 54 tahun itu tetap percaya pada kualitas skuadnya.

Perbedaan mendasar saat ini adalah krisis hasil, bukan krisis permainan. PSG masih mampu menciptakan peluang dan menguasai jalannya laga. Masalah utama justru terletak pada penyelesaian akhir dan efektivitas di depan gawang.

Proses adaptasi pemain baru juga memengaruhi performa awal PSG. Beberapa rekrutan masih perlu berintegrasi dengan skema permainan Luis Enrique. Kondisi fisik para pemain inti pun baru kembali ke level optimal secara bertahap.

Jadwal Kunci di Depan Mata

PSG masih memiliki waktu untuk membenahi catatan buruk ini. Masih ada 31 pertandingan tersisa di musim Ligue 1. Peluang untuk mengejar ketertinggalan tetap terbuka lebar.

Laga tandang melawan Brest pada 13 September menjadi ujian penting. Kemenangan di sana bisa meredam tekanan yang mulai muncul. Hasil buruk keempat beruntun justru akan mengubah situasi menjadi krisis nyata.

Setelah Brest, PSG dijadwalkan melawat ke markas Marseille dalam laga Classique. Derbi Prancis itu bisa menjadi momentum kebangkitan atau malah pukulan telak bagi musim PSG. Dua laga tandang ini akan menentukan arah perjuangan Paris musim ini.

Luis Enrique justru melihat posisi sulit ini sebagai motivasi tambahan. Ia meyakini kualitas skuadnya mampu mengubah keadaan. Namun untuk pertama kalinya dalam beberapa musim, PSG harus mengejar ketertinggalan sejak September.

Submit Comment