Bintang Barcelona Lamine Yamal mengakui PSG sebagai contoh dalam hal pressing. Pemain muda Spanyol itu memuji intensitas permainan yang diterapkan Luis Enrique. PSG dinilai sebagai tim yang pantas ditiru di sepak bola modern.
Yamal menyampaikan hal itu dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan pergerakan tanpa bola. Menurutnya, pressing menjadi kunci keberhasilan tim besar saat ini.
Luis Enrique menantang pesaing untuk bertaruh siapa juara Ligue 1. Pelatih PSG itu tetap optimistis meski timnya memulai musim dengan buruk.
Read MoreProfil lengkap Mika Godts, winger baru PSG dari Ajax. Pemain Belgia ini direkrut dengan harga 45 juta euro untuk menggantikan Barcola.
Read MorePSG sendiri baru saja meraih gelar juara Liga Champions musim lalu. Keberhasilan itu membuat gaya permainan mereka semakin diperhitungkan. Banyak tim kini mulai mengadopsi pendekatan serupa.
Barcelona akan bertemu PSG dalam waktu lebih dari sebulan ke depan. Pertemuan itu menjadi ujian besar bagi kedua tim di kompetisi Eropa. Yamal dan rekan-rekannya sudah mulai mempersiapkan diri.
Pujian Untuk Luis Enrique
Lamine Yamal secara spesifik memuji sistem pressing yang dibangun Luis Enrique. Ia mengatakan bahwa semua pemain PSG bekerja keras dalam menekan lawan. Hal itu menjadi faktor penting di balik kesuksesan mereka.
"Di PSG, semua pemain melakukan pressing. Kami di Barcelona juga berusaha melakukan hal yang sama," ujar Lamine Yamal, penyerang Barcelona. Ia menambahkan bahwa konsentrasi menjadi kunci utama dalam menjalankan strategi ini.
Yamal mengaku kadang kehilangan fokus saat bertahan. Namun ia segera memperbaikinya demi kepentingan tim. Menurutnya, sepak bola modern menuntut setiap pemain untuk bergerak aktif.
Pemain berusia 19 tahun itu menegaskan bahwa berlari bukanlah pilihan. Setiap tim harus bekerja keras jika ingin memenangkan pertandingan. Jika tidak, lawan akan dengan mudah menguasai jalannya laga.
Tantangan Menghadapi PSG
Barcelona sadar bahwa menghadapi PSG bukanlah tugas mudah. Gaya pressing tinggi yang diterapkan membuat lawan kesulitan membangun serangan. Namun Yamal optimis timnya mampu memberikan perlawanan sengit.
Laga melawan PSG akan menjadi salah satu pertandingan terbesar bagi Barcelona. Mereka ingin membuktikan bahwa pressing ala Luis Enrique bisa ditandingi. Persiapan matang terus dilakukan sejak saat ini.
PSG sendiri tampil dominan di Liga Champions dalam dua musim terakhir. Rekor impresif mereka membuat tim lain waspada. Barcelona bertekad mengakhiri dominasi tersebut.
Yamal menutup pernyataannya dengan pesan motivasi untuk rekan-rekannya. Ia menekankan bahwa kerja sama tim lebih penting dari nama besar individu. Jika semua bergerak bersama, kemenangan bisa diraih.
Allez Paris
Submit Comment