Petenis Prancis Arthur Gea gagal mencapai perempat final US Open 2026 setelah bertarung lima set. Ia kalah dari Botic Van de Zandschulp dengan skor 3-6, 6-7, 7-6, 7-6, 6-4. Pertandingan berlangsung selama 5 jam 13 menit pada Senin malam waktu setempat.
Gea sebenarnya memiliki satu bola match di babak kedua tie-break. Ia unggul 6-3 pada set kedua dan memegang peluang kemenangan. Namun passing shot Van de Zandschulp mematahkan harapan petenis 21 tahun itu.
Luis Enrique merespon pernyataan Mourinho yang dukung Mbappe untuk Ballon d'Or. Pelatih PSG menyatakan pemain Paris pantas menang karena prestasi kolektif.
Read MorePSG resmi mendaftarkan 24 pemain untuk fase liga Ligue Champions 2026-2027. Skuad ini diisi penggawa anyar seperti Maghnes Akliouche dan Mika Godts.
Read MoreKekalahan ini mengakhiri harapan Prancis di Grand Slam putra. Sejak Gaël Monfils di Australia Terbuka 2022, tidak ada petenis Prancis yang mencapai perempat final. Gea hampir memecahkan rekor kekeringan tersebut.
Pertandingan epik ini menjadi bukti perkembangan pesat Gea di level dunia. Ia menunjukkan mentalitas juara meskipun akhirnya kalah. Pengalaman berharga ini akan membangun karirnya ke depan.
Perjuangan Lima Set
Gea memulai pertandingan dengan sempurna pada set pertama. Ia menang 6-3 dan menguasai permainan. Set kedua berjalan lebih ketat hingga tie-break.
Pada tie-break set kedua, Gea unggul 6-3 dan memiliki tiga match point. Namun Van de Zandschulp bangkit dan memenangkan set kedua. Petenis Belanda itu menunjukkan ketahanan mental luar biasa.
Dua set berikutnya berlangsung dengan skor 7-6 untuk masing-masing pemain. Van de Zandschulp memenangkan set ketiga dan keempat melalui tie-break. Gea kehabisan energi di set penentuan.
"Saya hampir menang dan itu sangat menyakitkan. Namun saya bangga dengan perjuangan selama lima jam ini. Saya akan belajar dari pengalaman ini untuk turnamen berikutnya," ujar Arthur Gea usai pertandingan.
Masa Depan Cerah
Pelatih Gea memuji kualitas dan kecepatan belajar anak asuhnya. "Dia memiliki kualitas luar biasa dan belajar sangat cepat," ungkap pelatih. Potensi Gea masih sangat besar untuk berkembang.
Petenis asal Provence ini baru berusia 21 tahun. Ia masih memiliki banyak waktu untuk mencapai puncak karir. US Open 2026 menjadi batu loncatan penting baginya.
Prancis masih menunggu perwakilan di perempat final Grand Slam putra. Gea menjadi harapan terbaik untuk mengakhiri penantian panjang. Penampilannya di New York memberi sinyal positif bagi masa depan tenis Prancis.
Van de Zandschulp melaju ke perempat final setelah kemenangan dramatis ini. Ia akan menghadapi salah satu unggulan di babak selanjutnya. Sementara Gea pulang dengan kepala tegak dan mimpi yang tertunda.
Allez Paris
Submit Comment