Gianluigi Donnarumma tampil gemilang saat Italia menahan imbang Prancis 1-1 di Stade de France. Kiper Italia itu mencatat tujuh penyelamatan sepanjang laga. Ia menjadi aktor utama hasil imbang tersebut.
Prancis mendominasi pertandingan sejak awal. Donnarumma berkali-kali menggagalkan peluang tuan rumah. Ia tampil disiplin sepanjang 90 menit.
Vitinha mencetak gol perdana untuk Timnas Portugal saat mengalahkan Denmark 4-2. Gelandang PSG itu menjadi sorotan berkat penampilan impresifnya.
Read MoreLucas Chevalier kembali mengancam posisi Matvey Safonov di bawah mistar PSG. Performa buruk Safonov dengan 8 gol kemasukan jadi pembuka peluang bagi Chevalier.
Read MoreDonnarumma tidak mampu menghalau gol Michael Olise pada menit ke-55. Tendangan bebas Olise menghantam mistar lalu masuk ke gawang. Itu satu-satunya gol Prancis di laga ini.
Penampilan itu melanjutkan performa apik Donnarumma bersama Italia. Ia disebut sedang berada di puncak kariernya. Performanya mendapat pujian dari media Italia dan Prancis.
Donnarumma Akui Penyelamatan Terberat
"Semua penyelamatan itu sulit, tetapi bagi saya yang paling berat adalah tembakan Rabiot. Saya senang bisa membantu tim, kami bermain hebat di suasana bagus," ujar Donnarumma.
Donnarumma juga berperan sebagai kapten Italia. Ia dianggap sebagai pemimpin penting dalam skuad muda. Federasi Sepak Bola Italia menekankan perannya di tim yang sedang dibangun ulang.
Kiper berusia 27 tahun itu meninggalkan PSG pada musim panas 2025. Ia kini membela Manchester City. Kembalinya ke Stade de France menjadi momen spesial baginya.
Media Prancis L'Equipe memberinya nilai tinggi setelah laga. Ia disebut sebagai kiper terbaik di posisinya saat ini. Fans PSG menyaksikan langsung performanya di stadion.
Jadwal Italia Selanjutnya
Italia akan menghadapi Turki di Bologna pada laga berikutnya. Laga itu digelar di Stadion Renato Dall'Ara. Donnarumma berpeluang kembali menjadi andalan di bawah mistar.
Hasil imbang ini menjaga Italia di jalur persaingan Grup 1. Italia berbagi poin dengan Prancis dalam laga ketat. Kualitas Donnarumma menjadi pembeda di pertandingan tersebut.
Kiper itu dikenal memiliki refleks cepat dan kemampuan membaca permainan. Ia tetap tenang menghadapi tekanan lini serang Prancis. Konsistensinya menjadi modal penting bagi Italia.
Penampilan Donnarumma memperkuat posisinya di tim nasional Italia. Ia menjadi salah satu pemain kunci di era pelatih Roberto Mancini. Italia masih berambisi bersaing di Ligue des Nations.
Allez Paris
Submit Comment