Evaluasi Taktik Radikal Deschamps dan Warisan untuk Zinedine Zidane
Pertandingan terakhir Didier Deschamps bersama Prancis berakhir dengan kekecewaan mendalam di Miami. Setelah babak pertama yang dinilai berantakan, Les Bleus gagal mengamankan posisi ketiga di Piala Dunia 2026. Sang pelatih mengakui performa buruk timnya pada paruh pertama sebelum bangkit lewat respons taktis di babak kedua.
Berdasarkan analisis pertandingan, Prancis sempat tertinggal jauh akibat rotasi pemain yang kurang berjalan mulus. Deschamps melakukan pengaturan taktik agresif dengan mengganti empat pemain sekaligus saat jeda. "Saya bahkan bisa saja mengganti delapan pemain di babak pertama," ujar pelatih yang telah menjabat sejak tahun 2012 tersebut.
Read Also
Menurut Deschamps, kegagalan di semifinal saat melawan Spanyol masih memengaruhi mentalitas tim. Meski demikian, ia memberikan pujian khusus kepada Kylian Mbappe yang dinilai tampil luar biasa sebagai kapten. Sang manajer menegaskan tidak ada penyesalan atas keputusannya memberikan ban kapten kepada bintang Real Madrid tersebut.
Kini tongkat estafet kepelatihan bersiap diserahkan kepada Zinedine Zidane yang santer dikabarkan menjadi suksesor. Deschamps menyatakan bahwa ia meninggalkan tim dengan fondasi skuad yang sangat kuat dan potensial. Setelah turnamen ini, ia memilih untuk berlibur dan menegaskan akan menjadi pendukung setia yang pasif bagi tim nasional.