Perjalanan Karier Olise dari Lapangan Beton Hayes Menuju Pentas Dunia
Suasana haru menyelimuti sekolah masa kecil Michael Olise di Hayes. Kepala sekolah Rachel Anderson memamerkan jersi Bayern Munich bertanda tangan sang pemain. Fenomena ini memicu dukungan unik dari warga lokal. Puluhan anak-anak Inggris kini beralih mendukung Prancis demi melihat mantan pahlawan lokal mereka meraih kesuksesan tertinggi.
Bakat luar biasa Michael Olise sudah terlihat sejak usia enam tahun. Mantan guru olahraganya, Daniel Coker, menyatakan sang pemain memiliki koordinasi tubuh di atas rata-rata. Tidak hanya sepak bola, ia juga piawai bermain kriket dan tenis. Pada usia delapan tahun, pencari bakat Premier League langsung mengamankan jasanya untuk masuk akademi Chelsea.
Read Also
Pengaruh keluarga sangat menentukan dalam pilihan karier internasional sang bintang. Ibunya yang berdarah Prancis-Aljazair bersikeras menggunakan bahasa Prancis di rumah. Hal ini yang melandasi keputusan kuat Michael Olise untuk menolak panggilan tim nasional Inggris. Sejak kecil ia selalu menegaskan hanya ingin mengenakan seragam biru milik Prancis.
Berdasarkan cerita masa lalu, rivalitas Michael Olise dengan Bukayo Saka sudah tercipta sejak kompetisi usia muda. Kini keduanya berpotensi bentrok dalam partai puncak di Amerika Serikat. Warga Hayes kini bersiap mengibarkan bendera Prancis demi mendukung sang pemain idola yang dikenal sangat pemalu namun mematikan di lapangan hijau.