Ancaman Sanksi UEFA dan Transformasi Kebijakan Transfer Olympique Marseille
Presiden Olympique Marseille Stéphane Richard membeberkan krisis finansial yang ditinggalkan oleh mantan presiden klub Pablo Longoria. Setelah Longoria didepak pada Februari lalu, manajemen baru mendapati pembengkakan defisit anggaran yang sangat parah. Kondisi ini bahkan sempat membuat raksasa Ligue 1 tersebut berada di ambang hukuman boikot dari kompetisi antarklub Eropa akibat pelanggaran regulasi keuangan.
Dalam wawancara bersama La Provence, Richard mengungkapkan bahwa ancaman pencoretan dari kompetisi UEFA sempat terlihat tidak terhindarkan sebelum pemilik klub Frank McCourt turun tangan. Beruntung, OM kini diberikan waktu dua musim untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka. Jika gagal memulihkan kondisi finansial hingga periode 2028-2029, klub dipastikan akan menghadapi sanksi disiplin yang jauh lebih berat.
Read Also
Richard menyoroti kesalahan fatal pada musim 2025-2026 di mana laporan anggaran Januari terlihat aman namun melonjak drastis tiga bulan kemudian. Ia mengkritik kebiasaan lama klub yang gemar membeli pemain dengan harga selangit, tidak mempertahankan mereka dalam jangka panjang, serta melakukan panic buying di akhir jendela transfer. Kebijakan buruk ini diperparah oleh krisis hak siar televisi Ligue 1.
Memasuki era baru bersama pelatih Bruno Genesio, Richard menegaskan bahwa kebijakan transfer Marseille akan berubah total demi menjaga keberlangsungan klub. Manajemen berkomitmen untuk hanya mendatangkan pemain yang sesuai anggaran dan bertindak lebih cerdas dalam bursa transfer. Target utamanya adalah membangun skuad yang kompetitif secara berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas finansial jangka panjang klub.