Kecaman Keras Jurnalis Atas Sikap Tidak Menghargai Pengorbanan Sang Atlet
Mantan petenis nomor 21 dunia, Daniel Evans, yang kini menginjak usia 36 tahun, telah mengumumkan bahwa turnamen Grand Slam Wimbledon tahun ini akan menjadi panggung terakhir dalam karier profesionalnya. Namun, alih-alih mendapatkan tiket langsung atau wild card ke babak utama di hadapan publik sendiri, petenis Inggris tersebut dipaksa berjuang merangkak melalui babak kualifikasi.
Keputusan asosiasi tenis Inggris (LTA) yang merilis daftar undangan tanpa nama Evans langsung memicu kemarahan publik, mengingat sang pemain memiliki rekor impresif termasuk mengalahkan Novak Djokovic di Monte Carlo 2021. Pengorbanan terbesarnya terjadi saat ia merelakan poin penting di Washington demi membela negara pada Olimpiade Paris 2024, yang membuat peringkatnya anjlok dari posisi 58 ke urutan 170 dunia.
Read Also
Jurnalis tenis terkemuka Benoit Maylin melontarkan kritik yang sangat pedas dalam acara Sans Filet di Winamax TV dengan menyebut penyelenggara sangat memalukan dan tidak tahu berterima kasih. Maylin menegaskan bahwa pemberian wild card seharusnya berfungsi sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi pemain lokal yang telah mengorbankan karier pribadinya demi kepentingan tim nasional.
Kini Evans yang terlempar jauh dari performa puncaknya harus berjuang mengamankan tiket babak utama dari fase kualifikasi terbawah yang dijadwalkan mulai hari Senin. Absennya apresiasi historis dari pihak LTA ini dinilai mencoreng nilai sportivitas tradisi turnamen lapangan rumput paling bergengsi di dunia tersebut.