Skandal Lapangan Hijau dan Kejatuhan Tragis sang "Justiciero"
Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2002 antara tuan rumah Korea Selatan dan Italia tetap menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah sepak bola modern. Byron Moreno, pengadil lapangan asal Ekuador yang kala itu baru berusia 32 tahun, menjadi sorotan global setelah serangkaian keputusan kontroversialnya dinilai sengaja menyingkirkan Gli Azzurri.
Dalam laga dramatis tersebut, Moreno mengusir Francesco Totti dengan kartu kuning kedua pada menit ke-104 karena dianggap melakukan simulasi di kotak penalti. Tak hanya itu, ia juga menganulir gol emas Damiano Tommasi akibat jebakan offside yang keliru, sebelum Ahn Jung-hwan mencetak gol kemenangan 2-1 untuk membawa Taeguk Warriors lolos secara kontroversial.
Read Also
Pelatih Italia saat itu, Giovanni Trapattoni, menuduh adanya konspirasi besar dari pihak FIFA untuk meloloskan tuan rumah. Namun, Moreno membantah keras tudingan suap tersebut dan menyatakan bahwa satu-satunya uang yang ia terima adalah gaji resmi dari FIFA sebesar 22.500 dolar, sementara keputusan taktis Trapattoni yang bertahanlah yang bersalah.
Setelah pensiun dini akibat berbagai suspensi di liga domestik, kehidupan Moreno justru berbalik tragis ketika ia ditangkap di Bandara JFK New York pada 2010 akibat menyelundupkan enam kilogram heroin. Ia mengaku terjebak utang demi biaya operasi darurat tunangannya, sebuah kesalahan fatal yang membuatnya mendekam di penjara AS selama lebih dari dua tahun.