|

Angel Di Maria Bawa Rosario Central Juara di Usia 38 Tahun

Angel Di Maria merayakan gelar Supercoupe Argentina bersama Rosario Central di usia 38 tahun

Angel Di Maria merayakan gelar Supercoupe Argentina bersama Rosario Central di usia 38 tahun

Angel Di Maria membawa Rosario Central juara Supercoupe Argentina usai mengalahkan Estudiantes de La Plata. Laga berakhir dengan skor 3-1 pada akhir pekan lalu. Penyerang berusia 38 tahun itu mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.

Di Maria kembali ke Rosario Central pada Juli 2025. Ia memilih kembali ke klub pembinaannya setelah meninggalkan Benfica. Keputusan itu diambil demi menutup karier di kampung halaman.

ALSO READ

PSG berpeluang dapat bagian dari transfer Eddy Doue. Pemain incaran klub Turki dengan nilai tawaran 6 juta euro.

Read More

Media asing menilai debut Zinedine Zidane bersama Prancis belum meyakinkan meski menang atas Turki. Kericuhan Lukaku dan Donnarumma serta duel Kane melawan Yamal turut jadi sorotan.

Read More

Sejak kembali, Di Maria tampil konsisten bersama Rosario Central. Ia mencetak 10 gol dan 4 assist dari 32 pertandingan musim lalu. Ia juga menjadi kapten utama tim.

Di Maria sudah membawa Rosario Central juara Liga Argentina 2025. Kini ia menambah koleksi trofi dengan gelar Supercoupe Argentina. Perannya tetap sentral di lini serang tim.

Dua Gol Krusial di Final Supercoupe

Angel Di Maria merayakan gelar Supercoupe Argentina bersama Rosario Central di usia 38 tahun

Rosario Central tertinggal lebih dulu pada menit pertama pertandingan. Di Maria menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas tepat sasaran. Bola mengenai tiang sebelum masuk ke gawang Estudiantes.

Menjelang akhir babak pertama, Di Maria mengeksekusi penalti dengan tenang. Gol itu membawa Rosario Central berbalik unggul. Ia menyelesaikan laga dengan dua gol.

Rosario Central akhirnya menang 3-1 atas Estudiantes. Kemenangan ini memastikan gelar Supercoupe Argentina. Di Maria menjadi pemain kunci dalam laga tersebut.

Di Maria tidak terlibat dalam kericuhan seusai pertandingan. Ia justru menangis bahagia saat peluit akhir berbunyi. Momen itu menjadi gambar paling diingat dari laga final.

Kericuhan Usai Laga dan Kritik Veron

Kericuhan pecah setelah gol ketiga Rosario Central di masa tambahan waktu. Selebrasi provokatif seorang pemain memicu kemarahan kubu Estudiantes. Adu jotos terjadi antara pemain kedua tim.

Insiden berlanjut hingga ke lorong stadion. Presiden Estudiantes, Juan Sebastian Veron, menuduh wasit berlaku curang. Ia melontarkan kritik keras seusai pertandingan.

Di Maria memilih tidak masuk ke dalam keributan tersebut. Ia tetap fokus merayakan gelar bersama rekan setim. Sikapnya mendapat pujian dari penggemar Rosario Central.

Gelar ini menambah panjang koleksi trofi Di Maria sepanjang karier. Ia pernah menjuarai Piala Dunia 2022, Copa America, dan Liga Champions. Kini ia menutup karier dengan trofi di klub masa kecilnya.

Submit Comment