|

Cavan Sullivan Tetap ke Man City, Haaland Justru Incar Barcelona

Cavan Sullivan berpeluang tetap bergabung dengan Manchester City pada 2027 meski klub dihukum.

Cavan Sullivan berpeluang tetap bergabung dengan Manchester City pada 2027 meski klub dihukum.

Transfer Cavan Sullivan ke Manchester City tetap berjalan sesuai rencana pada 2027. Gelandang muda Amerika Serikat itu terikat pra-kontrak dengan City sejak 2024. Kabar ini muncul di tengah vonis bersalah City atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran keuangan.

Sullivan baru berusia 17 tahun tiga hari sebelum vonis City dijatuhkan. Ia menandatangani kontrak homegrown terbesar dalam sejarah MLS bersama Philadelphia Union. Kesepakatan itu mencakup kepindahan ke Manchester City saat ia berusia 18 tahun pada September 2027.

ALSO READ

LFP mengubah jadwal pekan 7 dan 8 Ligue 1 untuk membantu persiapan PSG di Liga Champions. PSG akan tandang ke Strasbourg sebelum menjamu Barcelona.

Read More

Fabian Ruiz kembali menyatakan keinginan kembali ke Real Betis suatu hari nanti. Gelandang PSG ini akui masih bahagia di Paris dan fokus musim ini.

Read More

Sullivan tidak bisa bergabung lebih awal karena tidak memiliki paspor Uni Eropa. Aturan pasca-Brexit mewajibkan pemain asing berusia minimal 18 tahun untuk bermain di Inggris. Karena itu, kepindahannya ke City memang baru bisa terwujud pada 2027.

Transfer insider Fabrizio Romano membantah kabar klub Spanyol berpotensi merekrut Sullivan. Agen Sullivan menyebut ide itu tidak benar. Tidak ada rencana berbeda selain bergabung dengan Manchester City.

Sullivan sendiri tetap konsisten menegaskan komitmennya kepada City. Ia menyebut senang bisa pra-kontrak dengan klub besar dan orang-orang hebat. Hubungan baik dengan City tetap terjaga meski kepindahannya masih jauh.

Kontras dengan Situasi Haaland

Cavan Sullivan berpeluang tetap bergabung dengan Manchester City pada 2027 meski klub dihukum.

Erling Haaland menjadi bintang utama Manchester City saat ini. Beberapa laporan menyebut Haaland tidak berniat bertahan jika City terdegradasi. Pihaknya dikabarkan sudah menghubungi Barcelona dan Arsenal.

Kontrak Haaland berjalan hingga 2034 tanpa klausul pelepasan otomatis jika terdegradasi. City tetap memegang kendali legal atas situasinya. Namun perbedaan sikap antara Haaland dan Sullivan menjadi sorotan utama.

Haaland disebut ingin pergi begitu situasi memburuk. Sullivan justru bertahan pada kesepakatan yang masih setahun lagi. Perbedaan cara seorang superstar mapan dan remaja tanpa pengalaman menyikapi krisis ini menjadi inti cerita.

Sullivan bukan sekadar prospek biasa. Ia adalah pemain termuda dalam sejarah MLS. Ia mencatat 9 gol dan 9 assist dalam 29 penampilan tahun ini di MLS, CONCACAF Champions Cup, dan Leagues Cup.

Sullivan juga melakukan debut senior bersama timnas Amerika Serikat bulan lalu di usia 16 tahun. Ia bagian dari gelombang muda AS bersama Mathis Albert. Albert mencetak gol bersejarah melawan Chile.

Preseden Aguilar Jadi Peringatan

Tidak semua jalur pra-kesepakatan City Football Group berjalan mulus. Bek Peru Kluiverth Aguilar pernah menandatangani pra-kontrak serupa dengan City. Ia dipinjamkan ke klub saudara Lommel SK di Belgia sebagai tempat pengembangan.

Aguilar tidak pernah benar-benar bermain untuk City. Ia akhirnya bergabung dengan tim MLS Next Pro Minnesota United pada Agustus lalu. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kesepakatan semacam itu adalah janji masa depan, bukan jaminan.

Jalur Sullivan untuk sekarang masih menuju Manchester. Namun hasil akhir sanksi City dan apakah klub masih sama pada 2027 menjadi pertanyaan terbuka. Semua bergantung pada perkembangan situasi City dalam beberapa tahun ke depan.

Submit Comment