Eduardo Camavinga menghadapi situasi sulit di Real Madrid dan Timnas Prancis. Gelandang berusia 23 tahun itu belum mampu menjadi pemain inti di klub maupun negaranya. Performa inkonsisten membuat posisinya semakin tertekan musim ini.
Camavinga menjalani musim lalu dengan 43 penampilan di semua kompetisi. Ia hanya menjadi starter dalam 23 pertandingan dan mencatatkan 2 gol serta 1 assist. Cedera membuatnya absen selama 60 hari dan melewatkan 11 laga.
PSG kalah 1-2 dari Monaco di Parc des Princes. Hasil ini membuat PSG tanpa kemenangan dalam tiga laga perdana Ligue 1 2026/2027.
Read MoreLuis Enrique mencoret Lucas Digne dari skuat PSG untuk laga melawan Monaco. Pelatih asal Spanyol itu menilai bek kiri Prancis terlalu mudah menerima peran sebagai cadangan.
Read MoreKartu merah saat melawan Bayern Munich di Liga Champions menjadi titik terburuk kariernya. Camavinga bahkan meneteskan air mata setelah insiden tersebut. Dukungan dari rekan setim dan klub tidak cukup mengembalikan performanya.
Didier Deschamps tidak memanggilnya untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Keputusan itu diambil pada 14 Mei lalu dan menjadi pukulan berat bagi Camavinga. Deschamps mengakui keputusan tersebut sulit tetapi harus diambil.
Zidane Beri Kesempatan Baru
Zinedine Zidane memanggil Camavinga untuk pemusatan latihan pertama Timnas Prancis. Pelatih baru Les Bleus itu mengenal Camavinga dengan baik. Namun Zidane tetap menuntut performa terbaik dari gelandang tersebut.
Zidane menegaskan Aurelien Tchouameni tetap masuk dalam rencananya. Tchouameni absen karena proses pemulihan cedera. Pernyataan itu menunjukkan persaingan di lini tengah Prancis sangat ketat.
Camavinga harus bersaing dengan Adrien Rabiot, Manu Kone, dan Warren Zaire-Emery. Zaire-Emery sebelumnya forfait dan digantikan Maghnes Akliouche. Kesempatan di dua laga internasional menjadi momen penting bagi Camavinga.
Zidane menyatakan bahwa Tchouameni lebih baik tetap di Madrid untuk pemulihan. Prancis akan memainkan empat pertandingan penting dalam waktu dekat. Camavinga perlu memanfaatkan setiap menit bermain untuk membuktikan kualitasnya.
Galatasaray Masih Memantau
Galatasaray dikabarkan masih berminat merekrut Camavinga pada bursa transfer musim dingin. Klub Turki itu sebelumnya mengajukan tawaran pada akhir jendela transfer musim panas. Tawaran tersebut dinilai tidak cukup oleh Real Madrid.
Camavinga sebenarnya tidak ingin meninggalkan Real Madrid. Meski demikian, manajemen klub membuka pintu untuk negosiasi. Manchester United sempat muncul sebagai peminat dari Premier League.
Jose Mourinho tetap menginginkan tambahan pemain di lini tengah pada musim dingin. Mourinho memberi Camavinga kesempatan bermain di pramusim. Sang pemain telah tampil dalam 6 pertandingan dengan total 240 menit di La Liga.
Camavinga menjadi starter saat melawan Malaga dan Betis. Ia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Espanyol, Real Sociedad, Rayo Vallecano, dan Atletico Madrid. Camavinga tidak bermain sama sekali saat menghadapi Elche.
Allez Paris
Submit Comment