Inggris kalah 2-3 dari Spanyol pada laga di Wembley, Sabtu malam. Kekalahan itu memicu reaksi negatif dari media dan pengamat di Inggris. Kesalahan bertahan menjadi penyebab utama kekalahan The Three Lions.
Spanyol tampil dominan dan layak memenangi laga berjalan ketat itu. Pertandingan berlangsung menarik dengan kualitas setara final Piala Dunia. Inggris harus mengakui keunggulan La Roja di kandang sendiri.
Zinedine Zidane menjadikan Ousmane Dembele kapten baru timnas Prancis. Dembele ambil alih ban kapten saat Mbappe absen karena cedera.
Read MoreProfil lengkap Ferran Torres, striker baru PSG. Pemain Spanyol ini direkrut dari Barcelona dengan nilai transfer 50 juta euro.
Read MoreKesalahan Marc Guehi dan Nico O'Reilly membuka jalan gol pertama Spanyol. Kedua pemain kehilangan bola di area berbahaya dan langsung dihukum lawan. Lini belakang Inggris tampil longgar sepanjang pertandingan.
Dua gol Spanyol lainnya lahir dari kelengahan bek Inggris. Para pemain bertahan kurang tajam mengantisipasi serangan lawan. Press Inggris menyebut performa lini belakang itu memalukan.
Tuchel dan Kane Jadi Sorotan
"Thomas Tuchel devrait ressentir la pression après cette prestation défensive calamiteuse," tulis Ian Ladyman di Daily Mail. Pemimpin redaksi itu menilai Tuchel harus meyakinkan fans soal kemajuan tim. Namun, masalah lama di lini belakang Inggris masih berulang.
"Cela ne devrait pas arriver, et certainement pas à ce rythme. Mais cela ne sert à rien maintenant de pointer les erreurs du doigt," ujar Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman itu mengaku sulit memahami banyaknya kesalahan pemainnya. Ia menegaskan timnya harus fokus pada hal positif.
Inggris kehilangan momentum penting lewat kegagalan penalti Harry Kane. Penalti itu didapat setelah Jude Bellingham dilanggar di kotak terlarang. Kane terpeleset dan gagal mengeksekusi tendangan dengan baik.
"C'était malheureux de glisser à ce moment-là, ça arrive parfois. J'ai essayé de mettre de la puissance et mon pied gauche a simplement lâché," ujar Harry Kane. Kapten Inggris itu mengaku kakinya terpeleset saat menendang bola. Kegagalan itu disebutnya sebagai risiko seorang penyerang.
Optimisme Gordon Dibantah Keane
Anthony Gordon menolak mengakui adanya jarak kualitas dengan Spanyol. Ia menilai Inggris bisa memenangi laga jika penalti Kane berhasil. Gordon tetap percaya timnya mampu bersaing di level tertinggi.
"Je ne pense pas qu'il y ait un fossé avec l'Espagne, j'ai l'impression que nous sommes juste là à côté," ujar Anthony Gordon kepada ITV Sport. Winger Inggris itu yakin timnya hanya kurang beruntung dalam laga tersebut. Ia menilai Inggris tampil sebagai tim besar di laga itu.
Roy Keane langsung membantah pernyataan Gordon di studio Sky Sports. "Je ne suis pas d'accord avec Gordon, je pense qu'il y a un fossé," ujar mantan pemain Timnas Irlandia itu. Keane menegaskan Spanyol adalah juara dunia dan juara Eropa.
Kekalahan ini membuat Inggris meninggalkan laga dengan lebih sedikit keyakinan. Kesalahan bertahan dinilai tidak dapat dimaafkan oleh press setempat. Sementara itu, optimisme internal dianggap tidak sesuai kenyataan di lapangan.
Allez Paris
Submit Comment