|

Patrick Vieira Dikritik Keras Usai Dua Laga Awal Senegal

Patrick Vieira memberi instruksi kepada pemain Senegal dalam laga kualifikasi CAN 2027 melawan Ethiopia

Patrick Vieira memberi instruksi kepada pemain Senegal dalam laga kualifikasi CAN 2027 melawan Ethiopia

Patrick Vieira masih jauh dari kata sepakat publik Senegal setelah dua laga awal bersama Timnas Senegal. Pelatih berusia 50 tahun itu resmi ditunjuk Federasi Sepak Bola Senegal pada 18 Agustus 2026. Ia menggantikan Pape Thiaw di kursi pelatih kepala.

Vieira memulai debutnya melawan Mozambik pada 25 September di kualifikasi CAN 2027. Senegal hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam laga tersebut. Empat hari kemudian, Senegal mengalahkan Ethiopia 1-0 di Stadion Bahir Dar.

ALSO READ

PSG menargetkan tiga pemain timnas Prancis pada bursa transfer 2027. Dayot Upamecano, William Saliba, dan Manu Kone masuk dalam daftar incaran Luis Campos.

Read More

Kylian Mbappe menyebut Zinedine Zidane sebagai pelatih baru timnas Prancis seperti adegan film. Ia siap menjalani era baru bersama Les Bleus.

Read More

Kemenangan atas Ethiopia tidak menyelamatkan Vieira dari kritik media lokal. Wiwisport menilai Senegal menang dengan susah payah di Ethiopia. Media itu menyebut para pemain bermain di bawah standar sepanjang pertandingan.

Senenews juga tidak terkesan dengan awal era Vieira bersama Senegal. Media tersebut menyoroti kemenangan tipis Senegal atas Ethiopia. Ibrahim Mbaye menjadi pencetak gol satu-satunya dalam laga itu.

Kritik Tajam Media Senegal

Patrick Vieira memberi instruksi kepada pemain Senegal dalam laga kualifikasi CAN 2027 melawan Ethiopia

Wiwisport menyebut Senegal bermain tanpa arah pada babak kedua melawan Ethiopia. Media itu menilai para pemain gagal memanfaatkan penguasaan bola dengan baik. Kesalahan teknik terjadi berulang di lini tengah Senegal.

Media Senegal menilai kedua laga awal itu belum membuktikan manfaat penunjukan Vieira. Senegal dinilai hanya menjalankan kewajiban minimal di kualifikasi CAN 2027. Tekanan diprediksi meningkat pada jeda internasional November mendatang.

"Lions of Patrick Vieira menang dengan susah payah di Ethiopia," tulis Wiwisport dalam ulasannya. Media itu menambahkan Senegal bermain jauh dari performa terbaik. Kritik serupa juga dilontarkan Senenews terhadap kualitas permainan Senegal.

Vieira juga dihadapkan pada persoalan komposisi pemain di lini belakang. Kalidou Koulibaly tidak dimainkan sama sekali dalam dua laga itu. Bek Al-Hilal tersebut hanya duduk di bangku cadangan.

Koulibaly Tersingkir dari Rencana

Senenews menyoroti keputusan Vieira mencadangkan Koulibaly pada dua laga awal. Pada laga melawan Mozambik, Vieira lebih memilih Sadibou Sane. Melawan Ethiopia, Vieira memakai formasi tiga bek tanpa Koulibaly.

Koulibaly sebelumnya menjadi pilar utama pertahanan Senegal dalam waktu lama. Ia sempat mengalami cedera pada semifinal CAN di Maroko. Bek itu baru kembali memperkuat Senegal pada dua laga awal Piala Dunia 2026.

Vieira juga mendapat sorotan soal pemanggilan pemain pada rilis pertama. Ia memanggil 29 pemain termasuk Malang Sarr untuk pertama kalinya. Sadio Mane absen karena masalah fisik pada pemanggilan tersebut.

Vieira berjanji Mane akan kembali pada pemanggilan berikutnya. Sebelumnya, Vieira salah menyebut nama Mane saat mengumumkan skuad. Kesalahan itu sempat menjadi bahan tertawaan di Senegal.

Kritik dari suporter Senegal mulai bermunculan setelah laga melawan Ethiopia. Sebagian menyebut kemenangan itu hanya hasil dari keberuntungan. Sebagian lagi menilai Senegal bakal kesulitan menghadapi lawan lebih kuat.

"Skornya ada, permainannya tidak," ujar salah satu suporter Senegal seperti dikutip Senenews. Suporter lain menilai pertahanan Senegal rapuh menghadapi Ethiopia. Satu suporter bahkan menuntut Vieira segera meninggalkan jabatannya.

Submit Comment