|

Manchester City Diadili, UEA Ancam Hubungan Investasi dengan Inggris

Markas Manchester City di Etihad Stadium dengan logo Premier League

Markas Manchester City di Etihad Stadium dengan logo Premier League

Manchester City resmi dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran fair play finansial Premier League. Komisi independen menemukan City melakukan fraud senilai lebih dari satu miliar euro. Kasus ini kini berkembang menjadi konflik politik antara Inggris dan Uni Emirat Arab.

Manchester City dimiliki City Football Group dan Cheikh Mansour ben Zayed Al Nahyan. Klub itu sudah menyatakan akan mengajukan banding atas sanksi apa pun. Premier League menghadapi dilema antara menegakkan aturan dan menjaga nilai komersial liga.

ALSO READ

Raphinha cedera saat membela Brasil jelang PSG vs Barcelona di Liga Champions. Barcelona berharap pemainnya pulih tepat waktu untuk laga di Parc des Princes.

Read More

Luis de la Fuente memuji Fabian Ruiz dan Ferran Torres jelang laga Inggris vs Spanyol. Kedua pemain PSG itu disebut memiliki level tinggi dan statistik impresif.

Read More

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menandatangani pernyataan kontroversial terkait kasus ini. Ia memuji investasi City Football Group di Manchester dan mengaku khawatir kehilangan mereka. Pernyataan itu memicu kritik karena dianggap tidak netral.

Burnham kemudian mengoreksi pernyataannya melalui juru bicara Downing Street. Ia menegaskan putusan awal bersifat serius dan tidak ada pihak di atas aturan. Proses hukum harus dibiarkan berjalan dan hasilnya dihormati.

UEA Mulai Tekan Inggris

Markas Manchester City di Etihad Stadium dengan logo Premier League

Uni Emirat Arab tidak tinggal diam menghadapi tekanan terhadap Manchester City. Menurut Bloomberg, pejabat UEA memperingatkan pemerintah Inggris soal dampak sanksi berat. Mereka menilai langkah Premier League memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

UEA telah menginvestasikan lebih dari 35 miliar euro di sektor-sektor utama Inggris dalam lima tahun terakhir. Kedua negara berencana menggelar pertemuan puncak soal investasi bulan ini. Kasus Manchester City dipastikan akan masuk dalam agenda pertemuan itu.

Etihad Airways, sponsor utama Manchester City, membantah terlibat dalam pengaturan komersial tidak wajar. Maskapai itu menegaskan Premier League tidak pernah menghubungi mereka selama proses penyelidikan. Etihad akan berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk melindungi kepentingannya.

Kontrak Etihad Airways termasuk dalam pelanggaran yang dipaparkan laporan komisi independen. Maskapai itu menolak keras segala kesimpulan yang menyiratkan keterlibatan mereka. Mereka menyiapkan langkah hukum untuk membela diri.

Dilema Sanksi bagi City

Premier League tidak bisa memberikan sanksi ringan tanpa kehilangan kredibilitas di mata klub lain. Everton sebelumnya dihukum 10 poin dan denda 46 juta euro untuk pelanggaran lebih ringan. Namun klub-klub lain dilaporkan tidak sepakat jika City dikeluarkan dari liga.

Manchester City baru saja mengajukan banding setelah laporan Premier League diterbitkan. Proses banding itu akan menentukan bentuk sanksi akhir bagi klub. Keputusan final diperkirakan memakan waktu beberapa bulan ke depan.

Kasus ini menjadi ujian bagi independensi Premier League dan pemerintah Inggris. Tekanan politik dari UEA menambah dimensi baru dalam sengketa finansial ini. Semua pihak menunggu apakah aturan fair play finansial tetap ditegakkan tanpa kompromi.

Submit Comment