Gérard Lopez kembali menjadi sorotan setelah investigasi L'Équipe Magazine terbit. Pengusaha berusia 54 tahun itu meninggalkan jejak masalah finansial di berbagai klub. Mulai dari Lotus di Formula 1 hingga Bordeaux di sepak bola Prancis.
Lopez dikenal sebagai pemilik klub dengan proyek ambisius. Namun hampir semua proyeknya berakhir dengan utang menumpuk. Kreditor dan rekan kerja sering kali dirugikan oleh metode bisnisnya.
Alejandro Balde disebut boleh cari klub baru pada Januari. Manchester United dan Liverpool berminat. PSG berpeluang memantau situasi bek kiri Barcelona itu.
Read MorePSG masih memantau peluang merekrut JJ Gabriel dari Manchester United. Real Madrid dan Barcelona bersiap bergerak pada bursa transfer Januari.
Read MoreSebelum masuk sepak bola, Lopez menangani tim Lotus di Formula 1. Tim itu tenggelam dalam utang dan gaji pembalap tidak dibayar. Kimi Räikkönen termasuk pihak yang menuntut pembayaran.
Stéphane Samson, mantan direktur Lotus, mengaku meninggalkan proyek itu karena utang satu juta euro. Ia menceritakan hubungannya dengan Lopez berubah drastis dalam beberapa hari. Dari janji jam tangan mewah menjadi pemecatan sepihak.
Kontroversi Transfer Osimhen
Lopez mengambil alih Lille pada 2017 dan membawa Luis Campos sebagai direktur olahraga. Lille mencetak banyak keuntungan dari penjualan pemain seperti Nicolas Pépé, Victor Osimhen, Gabriel, dan Rafael Leão. Namun di balik itu, kondisi keuangan klub memburuk.
Lopez meninggalkan Lille pada akhir 2020 di bawah tekanan dana Elliott. Manajemen baru menemukan transaksi janggal dalam transfer Osimhen ke Napoli. Lille membeli empat pemain tidak dikenal senilai total sekitar 20 juta euro dalam paket yang sama.
Tiga pemain itu tidak pernah masuk tim utama Lille. Karnezis, kiper berusia 35 tahun, hanya bermain satu kali meski dibayar 5,1 juta euro. Komisaris akuntan Lille melaporkan transaksi ini ke pihak berwenang.
Lopez dan Campos berselisih soal siapa yang menyetujui transfer tersebut. Campos membantah terlibat dan menyebut pemain itu tidak layak. Lopez mengirim email ke Napoli agar harga transfer Osimhen tidak dipublikasikan.
Kehancuran di Mouscron dan Bordeaux
Setelah Lille, proyek Lopez di klub lain runtuh satu per satu. Mouscron di Belgia bangkrut dua tahun setelah diambil alih pada 2020. Boavista di Portugal juga mengalami masalah serupa dengan utang dan gaji tertunda.
Polisi Portugal menggeledah kantor Boavista pada Juli 2025 terkait dugaan penggelapan pajak dan pencucian uang. Nilai transaksi dalam penyelidikan mencapai puluhan juta euro. Boavista akhirnya dikeluarkan dari sepak bola profesional.
Bordeaux menjadi contoh paling jelas dari kegagalan Lopez. Klub itu terdegradasi ke Ligue 2 pada 2022 dan gagal promosi musim berikutnya. Lopez jarang hadir di klub karena sebagian besar waktunya dihabiskan di Amerika Serikat.
Pada Juni 2023, Lopez harus menyuntikkan 40 juta euro untuk meyakinkan DNCG. Dana itu baru masuk 30 menit sebelum sidang. Pusat pelatihan Bordeaux bahkan tidak punya uang untuk membeli tisu toilet menurut salah satu karyawan.
Lebih dari 400 kreditor menagih utang Bordeaux yang mencapai puluhan juta euro. Lopez akhirnya menyerahkan sahamnya seharga satu euro. Warisannya di Bordeaux dikaitkan dengan kehancuran klub bersejarah Prancis itu.
Allez Paris
Submit Comment