|

Joane Gadou Bersinar di Borussia Dortmund Usai Tinggalkan PSG

Joane Gadou bek muda Borussia Dortmund mantan pemain akademi PSG beraksi di lapangan

Joane Gadou bek muda Borussia Dortmund mantan pemain akademi PSG beraksi di lapangan

Transfer Joane Gadou dari Red Bull Salzburg ke Borussia Dortmund menjadi bukti nyata perkembangan pesat bek tengah muda Prancis ini. Mantan pemain akademi PSG itu bergabung dengan klub Bundesliga tersebut pada musim panas 2026. Nilai transfer mencapai 19,5 juta euro.

Joane Gadou lahir di Aubervilliers dan memulai karier di akademi PSG pada 2020. Ia datang dari Nangis dan tumbuh besar di klub ibu kota Prancis itu. Namun, ia tidak pernah tampil satu menit pun untuk tim senior PSG.

ALSO READ

Desire Doue diprediksi menggantikan Ousmane Dembele sebagai false nine saat Prancis melawan Belgia di Ligue des Nations. Ini debut Doue di posisi tersebut untuk timnas.

Read More

Cher Ndour gagal menembus skuad utama PSG dan kini diminati enam klub Inggris. Liverpool hingga Hull City memantau situasi gelandang 22 tahun itu.

Read More

Pada musim 2024/2025, Gadou terblokir oleh banyak bek senior PSG seperti Marquinhos dan Lucas Beraldo. Ia memutuskan pergi setahun sebelum kontraknya berakhir. Red Bull Salzburg menjadi tujuannya dengan mahar 10 juta euro.

Keputusan itu terbukti tepat karena Gadou langsung berkembang pesat di Austria. Performanya memikat Borussia Dortmund untuk merekrutnya dengan nilai hampir dua kali lipat. Kini ia menjadi pemain penting di lini belakang klub Bundesliga itu.

Kepercayaan Penuh dari Niko Kovac

Joane Gadou bek muda Borussia Dortmund mantan pemain akademi PSG beraksi di lapangan

Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, langsung memberikan pujian tinggi kepada Joane Gadou. Ia menilai bek setinggi 1,95 meter itu memiliki kualitas fisik luar biasa. Kovac bahkan membandingkannya dengan Micky van de Ven.

"Seorang pemain muda, sangat bagus, yang tampil sangat baik di Salzburg. Ia membawa kekuatan fisik luar biasa, 1,95 meter, sangat cepat. Postur tubuhnya mengingatkan saya pada Micky van de Ven," ujar Niko Kovac.

Kovac juga menegaskan bahwa Gadou masih punya ruang untuk berkembang. Menurutnya, pengelolaan bola dalam situasi tertentu perlu ditingkatkan. Namun, ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk belajar dari kesalahan.

Rekan setim Gadou, Nico Schlotterbeck, juga mengakui kualitas bek muda Prancis itu. Ia menyebut semua rekrutan Dortmund musim ini memiliki level sangat tinggi. Schlotterbeck senang bisa bermain di samping Gadou di lini belakang.

Bersinar Bersama Timnas Prancis U21

Joane Gadou juga menunjukkan performa impresif bersama timnas Prancis U21. Ia baru saja mencatat dua penampilan pertamanya melawan Estonia dan Luksemburg. Pada laga kedua, ia mendapat kartu merah setelah 51 menit bermain.

Pelatih Prancis U21, Gerald Baticle, tetap memberikan pujian kepada Gadou. Ia menilai bek muda itu sudah memiliki pengalaman berharga di usia muda. Baticle menyebut Gadou mampu memecah pertahanan lawan dengan umpan atau dribel.

"Ia sudah memiliki pengalaman tertentu di usia mudanya. Joane mampu memecah garis pertahanan lewat kualitas umpannya atau membawa bola. Ia punya keberanian tanpa mengambil risiko yang tidak perlu," ujar Gerald Baticle.

Perjalanan Joane Gadou dari akademi PSG hingga Bundesliga menjadi contoh nyata bagi pemain muda. Keputusan meninggalkan klub besar demi menit bermain terbukti membuahkan hasil. Kini ia menjadi salah satu talenta paling menjanjikan sepak bola Prancis.

Submit Comment