Damien Da Silva mengungkap perilaku agresif Leandro Paredes saat masih di PSG. Bek asal Prancis itu menceritakan pengalamannya menghadapi pemain Argentina tersebut. Cerita ini dibeberkan dalam wawancara dengan L'Equipe.
Da Silva mengaku jarang merasa sakit akibat kontak fisik. Namun Paredes meninggalkan kesan mendalam baginya. Pemain berusia 38 tahun itu menyebut Paredes sebagai sosok berbeda.
Khvicha Kvaratskhelia dinobatkan sebagai pemain sayap kiri terbaik dunia. Ekspert memuji penampilannya bersama PSG dan menyebutnya layak meraih Ballon d'Or 2026.
Read MoreKylian Mbappe mengaku akan kecewa jika gagal memenangi Ballon d'Or 2026. Penyerang Real Madrid itu menilai statistik individunya sangat kuat.
Read MoreParedes dikenal bermain keras selama memperkuat PSG. Ia juga sering terlibat bentrokan dengan lawan di lapangan. Perilaku ini membuatnya ditakuti para pemain lawan.
Da Silva kini sudah pensiun dari sepak bola profesional. Ia pernah membela Rennes dan beberapa klub Prancis lainnya. Ceritanya membuka sisi lain karakter Paredes di lapangan.
Diterjang dan Dimaki Bahasa Spanyol
"Saya tidak pernah berkata tidak akan menyukai seseorang karena sifatnya sebagai pemain. Tapi Leandro Paredes memang meninggalkan kesan bagi saya," ujar Da Silva.
Da Silva mengenang momen saat Paredes melanggar dirinya. Pelanggaran itu terjadi sangat terlambat dan disengaja. Paredes menerjang bagian tibia Da Silva cukup tinggi.
"Jarang sekali saya merasa sangat sakit akibat kontak. Tapi dia menerjang tibia saya cukup tinggi, sangat terlambat, dan sengaja," ujar Da Silva.
Setelah pelanggaran itu, Paredes mendekati Da Silva dengan agresif. Ia menarik kerah bek tersebut dan memakinya. Paredes menuduh Da Silva berpura-pura kesakitan.
"Saya sangat kesakitan. Dia datang menarik kerah saya dan memaki dengan segala sebutan dalam bahasa Spanyol. Dia bilang saya main drama," ujar Da Silva.
Paredes pernah mencuri perhatian negatif di final Piala Dunia. Ia menyerang Gavi usai peluit akhir pertandingan. Insiden itu memperkuat reputasinya sebagai pemain keras.
Allez Paris
Submit Comment