Brasil asuhan Carlo Ancelotti kembali menuai hasil mengecewakan pada laga uji coba melawan Australia. Laga digelar di Stade Queensland Country Bank, Townsville, Jumat waktu setempat. Selecao ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah.
Brasil sempat tertinggal lewat gol tendangan bebas Nestory Irankunda pada menit ke-60. Gol penyama kedudukan baru datang di masa tambahan waktu. Penyerang Bournemouth, Rayan, mencetak gol setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Rayan Cherki tampil impresif bersama Manchester City dengan 4 gol dan 2 assist. Ia kini bergabung dengan timnas Prancis asuhan Zinedine Zidane.
Read MoreUpacara Ballon d'Or 2026 akan digelar di London Palladium Theatre pada 26 Oktober. Daftar 30 nominasi diumumkan, dengan sejumlah nama besar tidak masuk nominasi.
Read MoreHasil ini memperpanjang catatan buruk Brasil di bawah asuhan Ancelotti. Sebelumnya, Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia terakhir melawan Norwegia. Performa Selecao terus menuai kritik dari berbagai pihak.
Brasil tampil tidak tajam dalam penyelesaian akhir meski menciptakan banyak peluang. Lini pertahanan juga terlihat rapuh sepanjang pertandingan. Australia nyaris menambah gol lewat serangan cepat mereka.
Kritik Terhadap Ancelotti Menguat
Carlo Ancelotti kembali menjadi pusat kritik setelah hasil imbang ini. Sejak kedatangannya, pelatih Italia itu dinilai gagal membangun identitas permainan tim. Hasil imbang tanpa greget ini semakin memperkuat keraguan terhadap dirinya.
Ancelotti menerima gaji tahunan sekitar 10 juta euro dari CBF. Kontraknya diperpanjang hingga 2030. Dengan bayaran sebesar itu, tidak adanya kemajuan dalam permainan menjadi sorotan tajam.
Media dan pengamat sepak bola Brasil menilai timnya seperti berada dalam rekonstruksi permanen. Tidak ada pola permainan jelas dalam beberapa laga terakhir. Ancelotti dianggap belum menemukan formula tepat untuk Selecao.
Kegagalan di Piala Dunia sebelumnya sudah mencoreng reputasi Ancelotti. Hasil imbang melawan Australia menambah tekanan kepadanya. Publik Brasil mulai mempertanyakan arah tim di bawah asuhannya.
Vinicius Jr dan Endrick Kembali Mengecewakan
Vinicius Junior dan Endrick ditarik keluar pada menit ke-65. Keduanya dinilai tampil mengecewakan sepanjang pertandingan. Vinicius tidak mampu memberi tekanan berarti pada pertahanan Australia.
Endrick kurang tajam di area penentu sebelum digantikan. Ia gagal memanfaatkan peluang yang datang kepadanya. Performa ini menambah daftar masalah lini serang Brasil.
Raphinha menjadi satu-satunya cahaya di lini serang Brasil. Pemain Barcelona itu mencatatkan assist untuk gol penyama kedudukan. Performa impresifnya di awal musim bersama Barca berlanjut di tim nasional.
Brasil kini menghadapi pertanyaan besar soal masa depan tim. Pertahanan rapuh, lini serang tidak tajam, dan pelatih belum menemukan formula tepat. Selecao tampil seperti tim tanpa arah permainan jelas.
Allez Paris
Submit Comment