Kritik Tajam David Lemos Terhadap Komersialisasi dan Intervensi Politik FIFA
David Lemos dari stasiun RTS Swiss tidak memilih kata-kata aman saat Rodri mengangkat trofi. Dia langsung menyerang kebijakan komersial turnamen. Menurut Lemos, ajang di Amerika Serikat ini menjadi turnamen paling bermotif uang dalam sejarah sepak bola. Dia menilai janji Presiden FIFA Gianni Infantino tentang turnamen terbaik hanyalah kedok untuk meraup keuntungan finansial terbesar.
Jurnalis itu juga menyoroti masalah visa dan harga tiket yang mencekik fans miskin. Beberapa penonton dan jurnalis dilarang masuk karena kebijakan imigrasi. Bahkan wasit asal Somalia Omar Artan sempat terhambat masalah serupa. Lemos menilai penanganan terhadap Timnas Iran juga sangat tidak dapat diterima sehingga merusak peluang olahraga mereka.
Read Also
Skandal intervensi politik menjadi sasaran kritik berikutnya terkait penangguhan kartu Folarin Balogun. Berdasarkan laporan, Donald Trump dituduh mengintervensi keputusan sanksi pemain tersebut. Lemos mengecam tindakan politik yang mencampuri integritas hukum olahraga. "Kita melihat seorang presiden pamer telah menelepon Presiden FIFA untuk membatalkan skorsing pemain," ujar Lemos dalam siaran langsungnya.
Durasi jeda babak pertama final yang mencapai tiga puluh menit turut dikritik tajam. Format ini dianggap merusak ritme pengaturan taktik sepak bola demi kepentingan siaran komersial. Aksi berani jurnalis penyiaran publik Swiss ini langsung mendapat simpati luas di media sosial karena dinilai menyuarakan kebenaran jurnalistik di panggung tertinggi.