Vinicius Junior terancam kehilangan posisi di Real Madrid setelah performa menurun awal musim ini. Ia baru memperpanjang kontrak hingga 2032. Namun tekanan terhadapnya terus meningkat di bawah asuhan Jose Mourinho.
Real Madrid menjalani awal musim penuh naik turun. Kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid di derby pekan lalu menjadi sorotan utama. Hasil itu memperkuat kritik terhadap performa sejumlah pemain bintang.
Lamine Yamal ingin memenangkan tiga Liga Champions beruntun. Bintang Barcelona itu terinspirasi dua gelar beruntun PSG.
Read MoreReal Madrid memanas setelah Jose Mourinho dan Florentino Perez berselisih. Tensi muncul usai dua kekalahan dalam empat laga terakhir.
Read MoreVinicius baru mencatat 1 gol dan 3 assist dari delapan laga di semua kompetisi. Statistik itu dinilai jauh dari standar pemain bintang. Posisinya di starting eleven mulai dipertanyakan.
Pengamat menilai pergerakan Mbappe sering masuk ke area sayap kiri. Posisi itu menjadi zona utama Vinicius. Tumpang tindih peran keduanya mengganggu keseimbangan serangan Madrid.
Kritik Canizares dan Tekanan Diomande
Mantan kiper Valencia dan Real Madrid, Santiago Canizares, melontarkan kritik tajam. Ia menilai Vinicius saat ini lebih merugikan tim daripada memberi manfaat. Kritik itu disampaikan dalam program Tiempo de Juego.
"Ini pemain yang saat ini, bahkan dengan ban kapten, jauh lebih merugikan daripada memberi. Kami bisa mentoleransi satu pemain tidak berlari, dua mustahil. Jika ada tiga, kacau," ujar Canizares.
Canizares menilai sikap para pemain mengacaukan organisasi tim. Bek dipaksa bertahan lebih dalam di kotak penalti. Gelandang harus turun membantu pertahanan dan pola itu tidak berjalan.
Tekanan bertambah dengan munculnya Yan Diomande sebagai ancaman nyata. Pemain Pantai Gading itu masuk menggantikan Vinicius sebelum menit ke-60 di derby. Ia langsung memberi dampak lewat kecepatan dan kesegaran.
Diomande Dipuji, Vinicius Diminta Bereaksi
Diomande didatangkan musim panas ini dengan nilai 140 juta euro. Ia tampil percaya diri di sisi kiri dalam beberapa penampilan terakhir. Rekrutan mahal itu mulai mendapat dukungan penuh dari suporter Madrid.
Survei Marca menunjukkan mayoritas fans ingin Diomande menjadi starter. Mereka menilai pemain 20 tahun itu lebih layak mengisi sayap kiri. Posisi Vinicius sebagai pilihan utama mulai goyah.
Vinicius menyadari penampilannya belum memuaskan banyak pihak. Ia dikabarkan tidak ingin menyerah begitu saja. Pemain Brasil itu bertekad merebut kembali kepercayaan Mourinho.
Situasi ini justru menguntungkan Real Madrid dan Mourinho. Persaingan sehat di lini serang memaksa setiap pemain tampil maksimal. Ancaman bangku cadangan menjadi peringatan nyata bagi Vinicius.
Allez Paris
Submit Comment