PSG belum menentukan pilihan stadion masa depan. Tiga opsi masih dikaji, yaitu Parc des Princes, Poissy, dan Massy. Rapat baru dijadwalkan pada Oktober 2026.
L'Equipe melaporkan target peresmian stadion bisa mundur hingga 2035. Jarak hampir sembilan tahun itu menyulitkan publik menilai proyek. Belum ada keputusan resmi soal lokasi final.
PSG divonis membayar denda 2,7 juta euro atas indeks kesetaraan profesional yang buruk. Pengadilan menolak argumen klub soal kekhususan sepak bola pria.
Read MoreProfil lengkap Ferran Torres, striker baru PSG. Pemain Spanyol ini direkrut dari Barcelona dengan nilai transfer 50 juta euro.
Read MoreLe Parisien menyebut perluasan Parc des Princes masih masuk tiga skenario. Klub berharap menetapkan pilihan sebelum akhir tahun. Namun proses negosiasi dengan Kota Paris belum tuntas.
Dossier stadion PSG sudah berjalan bertahun-tahun. Setiap informasi baru memicu reaksi serupa dari publik. Situasi ini membuat arah proyek semakin sulit dibaca.
Tiga Lokasi Masih Dikaji Klub
PSG masih mempelajari opsi Parc des Princes, Poissy, dan Massy. Ketiga lokasi punya kelebihan dan kendala masing-masing. Komite pengarah akan membahasnya pada pertengahan Oktober.
Klub menyatakan belum bisa mengumumkan proyek final. Sebab dasar proyek belum sepenuhnya aman. Aspek teknis, transportasi, dan pembiayaan masih dihitung.
Diskusi soal Parc des Princes sempat mandek selama beberapa tahun. Kini pembicaraan dengan Kota Paris kembali berjalan. Opsi akuisisi dan perluasan stadion kembali ditinjau.
CEO PSG menyatakan bahwa negosiasi berjalan alot. "Kami ingin keputusan ini berdampak jangka panjang. Karena itu kami tidak mau terburu-buru. Semua opsi masih kami pelajari secara serius," ujar pihak klub.
Dampak bagi Pendukung dan Identitas Klub
Pertanyaan utama bukan hanya kapasitas dan pendapatan. Ada pula soal tempat pendukung dalam proyek ini. Klub dinilai perlu menjelaskan garis besar sejak awal.
Meninggalkan Parc des Princes akan menjadi keputusan besar. Bertahan berarti klub harus menemukan formula pengembangan memadai. Tidak ada solusi yang sepenuhnya mudah.
Sebagian pendukung mungkin mengikuti klub ke lokasi baru. Sebagian lain menilai kepindahan sebagai pemutusan identitas. Klub tidak bisa memutuskan hal ini sendirian.
Semakin berat pilihan, semakin besar kebutuhan penjelasan. Proyek ini menyangkut masa depan klub dan cara pendukung memandangnya. Waktu hingga 2035 cukup panjang untuk membangun kesepahaman.
Allez Paris
Submit Comment