|

France Football Ungkap Alasan Doué dan Barcola Absen Ballon d'Or

Désiré Doué dan Bradley Barcola merayakan gelar PSG musim lalu sebelum absen dari nominasi Ballon d'Or 2026.

Désiré Doué dan Bradley Barcola merayakan gelar PSG musim lalu sebelum absen dari nominasi Ballon d'Or 2026.

France Football mengungkap alasan Désiré Doué dan Bradley Barcola absen dari 30 nominasi Ballon d'Or 2026. Kedua pemain PSG itu meraih Ligue 1 dan Liga Champions musim lalu. Mereka juga membawa Prancis ke semifinal Piala Dunia.

Daftar 30 nominasi Ballon d'Or 2026 diumumkan Selasa lalu. PSG menjadi klub dengan nominasi terbanyak, yaitu 10 pemain. Kylian Mbappe, Lionel Messi, Rodri, Lamine Yamal, Harry Kane, dan Michael Olise juga masuk daftar.

ALSO READ

Rodri mengubah permainan Pedri di Barcelona. Inggris mendukung Harry Kane meraih Ballon d'Or 2026 setelah musim gemilang bersama Bayern Munich.

Read More

PSG vs Monaco akan digelar Jumat malam di Parc des Princes. Ousmane Dembélé kembali berlatih setelah libur dua hari penuh.

Read More

Beberapa nama lain menuai kejutan, seperti Sadio Mané dan Julian Quiñones. Di Spanyol, suara protes muncul karena Raphinha, Pedri, dan Dani Olmo tidak masuk. Di Prancis, absennya Doué dan Barcola paling banyak dibahas.

RMC Sport menyebut absennya Doué dan Barcola akan membuat suporter PSG kecewa. So Foot menilai keputusan itu akan memicu debat panjang. Ouest-France mencatat keduanya sering ditukar posisinya oleh Luis Enrique musim lalu.

Statistik Jadi Penyebab Utama

Désiré Doué dan Bradley Barcola merayakan gelar PSG musim lalu sebelum absen dari nominasi Ballon d'Or 2026.

Ouest-France menilai Doué dan Barcola kurang efektif di Liga Champions. Doué tidak mencetak gol setelah perempat final leg kedua. Barcola gagal mencetak gol setelah babak 16 besar Liga Champions.

Vincent Garcia, pemimpin redaksi France Football, menjelaskan alasan lewat L'Equipe. Ia menyebut status Doué dan Barcola saling menggantikan tidak membantu penilaian individu. Menurutnya, keduanya tidak konsisten sepanjang musim.

Garcia menegaskan penilaian mencakup seluruh musim. Periode bagus dan masa di bangku cadangan menjadi pertimbangan. Hal itu membuat keduanya kalah bersaing dengan nominasi lain.

Di media sosial X, banyak fans PSG menyebut keputusan itu sebagai skandal. Mereka membandingkan dengan masuknya Julian Quinones. Quinones menjadi top skor Liga Arab Saudi bersama Al-Ahli.

Persaingan Doué dan Barcola Rugikan Keduanya

Jurnalis France Football, Olivier Bossard, memberi penjelasan tambahan di acara L'Equipe de Greg. Ia menyebut Barcola mendapat suara sangat sedikit. Sementara Doué hampir mencapai 50-50 suara juri.

Bossard menyebut Doué finis di posisi 31 atau 32. Beberapa juri berusaha memasukkannya ke 30 besar. Namun, juri lain menilai persaingan dengan Barcola merugikan Doué.

Menurut Bossard, posisi Doué dan Barcola bergantian sepanjang musim. Di timnas Prancis, Doué sempat unggul. Namun, Barcola tampil lebih baik dan lebih sering dipakai Deschamps di akhir musim.

France Football menegaskan setiap juri mengirim daftar pilihan masing-masing. Penghitungan suara dilakukan setelah final Piala Dunia. Debat muncul saat seorang pemain mendekati ambang 50 persen suara.

Submit Comment