Kylian Mbappe kembali mendapat kritikan tajam dari media Spanyol. Penyerang Prancis itu dinilai tidak menunjukkan performa terbaiknya. Kritikan muncul setelah Real Madrid kalah 0-1 dari Betis.
Kekalahan Real Madrid dari Betis membuat posisi mereka di Liga Spanyol tergeser. Barcelona mengambil alih puncak klasemen setelah menang 5-0 atas Valencia. Madrid kini tertinggal tiga poin dari rival abadinya.
Kylian Mbappe gagal penalti saat Real Madrid kalah dari Sevilla. Pers Spanyol menyebutnya biang kegagalan. PSG juga kalah dari Monaco dengan masalah lini belakang.
Read MoreBayern Munich siap menangkis tawaran transfer Michael Olise dari Real Madrid dan klub Premier League. Die Roten memiliki stabilitas keuangan dan kontrak pemain hingga 2029.
Read MoreKylian Mbappe sebenarnya mencetak empat gol dari empat pertandingan awal musim. Namun performanya di laga melawan Betis dinilai buruk. Media Spanyol menyoroti sikap dan kontribusi defensif sang pemain.
Kritikan juga menyasar rekan setim Mbappe, Vinicius Jr. Kedua pemain bintang Madrid dianggap tidak bekerja keras di lapangan. Wartawan menilai mereka hanya berlari saat situasi menguntungkan.
"Mbappe dan Vinicius memang pemain hebat, tetapi sepak bola modern menuntut semua pemain berlari. Mereka hanya berlari ketika merasa nyaman. Jika mereka berlari lebih keras, tim akan terbantu," ujar jurnalis Cadena SER, Javier Herraez.
Kritikus Mbappe di Cadena COPE
Kylian Mbappe juga mendapat sorotan dari presenter Cadena COPE, Juanma Castaño. Ia menyebut sebagian besar pendukung Madrid belum sepenuhnya menerima kehadiran Mbappe. Ada luka lama yang masih membekas di hati sebagian fans.
Castaño mengutip pernyataan seorang suporter Madrid yang kecewa dengan Mbappe. Suporter itu menyebut Madrid belum meraih gelar bersama Mbappe. Ia juga menilai Mbappe membuat beberapa rekan setimnya bermain buruk.
Kritikus lainnya, Jesus Gallego, meminta pelatih Jose Mourinho bertindak tegas. Ia menilai Mourinho harus menekan Mbappe dan Vinicius Jr. Kedua pemain dianggap tidak memiliki koneksi dengan pelatih sebelumnya.
Marcos Lopez juga angkat bicara soal hubungan Mbappe dengan pelatih. Ia menyebut Mbappe dan Vinicius tidak pernah terhubung dengan Ancelotti, Alonso, atau Arbeloa. Situasi yang sama terus berlanjut di bawah Mourinho.
Lawan Inter Jadi Ajang Pembuktian
Kylian Mbappe memiliki kesempatan membungkam kritik pada laga melawan Inter Milan. Pertandingan tersebut akan digelar di Santiago Bernabeu. Ini menjadi ajang pembuktian bagi penyerang Prancis itu.
Hasil pertandingan melawan Inter akan menentukan arah musim Real Madrid. Kemenangan bisa meredam kritik yang terus menghujam Mbappe. Kekalahan akan memperburuk situasi pemain berusia 27 tahun itu.
Media Spanyol akan terus mengawasi pergerakan Mbappe di setiap pertandingan. Tekanan mental menjadi tantangan besar bagi pemain termahal dunia. Mbappe harus menunjukkan ketajaman dan kerja keras ekstra.
Kylian Mbappe sudah terbiasa dengan kritik sepanjang kariernya. Ia membuktikan diri di PSG dan timnas Prancis. Kini saatnya ia menjawab keraguan di Santiago Bernabeu.
Allez Paris
Submit Comment