PSG menelan kekalahan 1-2 dari Monaco dalam lanjutan Ligue 1 2026/2027. Laga berlangsung di Parc des Princes, Jumat (5/9/2026) malam waktu setempat. Hasil ini membuat start musim Paris Saint-Germain semakin buruk.
Ini adalah kekalahan pertama PSG di kandang sendiri pada awal musim. Tim asuhan Luis Enrique kini hanya mengoleksi dua poin dari tiga pertandingan. Rekor ini menjadi yang terburuk sejak musim 2012-2013.
Olympique Lyonnais nyaris bangkrut sebelum Michelle Kang mengambil alih kepemilikan. Direktur klub mengungkap butuh tiga tahun untuk pemulihan finansial.
Read MorePSG resmi rekrut Emilie Osteras dari AIK Fotboll Dam. Gelandang U23 Norwegia ini menandatangani kontrak hingga 2029.
Read MorePSG sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Marquinhos. Namun, Monaco berbalik menang melalui dua gol yang tercipta dalam waktu singkat di babak kedua. Hasil ini membuat PSG tertahan di papan tengah klasemen sementara.
Kekalahan ini menambah daftar hasil negatif PSG di kompetisi domestik. Sebelumnya mereka sudah kalah dari Lens di Trophée des Champions. Tren buruk ini mulai menimbulkan pertanyaan besar tentang kondisi tim.
Dominasi Tak Berbuah Gol Kemenangan
PSG mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola dan peluang. Catatan expected goals PSG mencapai 2,18 berbanding 0,52 milik Monaco. Namun, efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama.
"Hasil ini sangat sulit diterima. Kami bermain jauh lebih baik dan menciptakan banyak peluang. Kami tidak pantas kalah hari ini," ujar pelatih PSG, Luis Enrique.
Luis Enrique menyebut kekalahan ini sebagai hal yang inexplicable atau tidak masuk akal. Ia menilai timnya layak meraih kemenangan berdasarkan performa di lapangan. Namun, sepak bola tidak selalu adil bagi yang mendominasi.
Statistik menunjukkan PSG kesulitan membunuh pertandingan meski unggul. Mereka beberapa kali gagal memanfaatkan momen kunci untuk mencetak gol kedua. Akhirnya, kelengahan di lini belakang menghukum mereka.
Lini Pertahanan Jadi Masalah Besar
PSG telah kebobolan enam gol dalam tiga laga Ligue 1 musim ini. Rata-rata dua gol bersarang ke gawang mereka setiap pertandingan. Angka ini sangat mengkhawatirkan bagi tim dengan ambisi juara.
Monaco hanya butuh waktu empat belas menit di babak kedua untuk membalikkan keadaan. Pertahanan PSG terlihat mudah ditembus saat menghadapi serangan balik cepat. Sistem pressing tinggi yang diterapkan kerap meninggalkan ruang kosong.
Rotasi pemain juga menjadi faktor yang mempengaruhi soliditas lini belakang. Luis Enrique masih mencari komposisi terbaik di setiap lini. Akibatnya, otomatisme antarpemain belum terbentuk dengan sempurna.
Situasi ini membuat PSG tidak punya banyak ruang untuk berbenah. Jadwal padat menanti mereka dengan laga penting melawan Slovan Bratislava di Liga Champions. Jika hasil buruk berlanjut, krisis bisa segera melanda tim.
Allez Paris
Submit Comment