|

Mbappe Akui Akan Kecewa Jika Gagal Menangi Ballon d'Or 2026

Kylian Mbappe saat membela Real Madrid dan Timnas Prancis dalam perburuan Ballon d'Or 2026

Kylian Mbappe saat membela Real Madrid dan Timnas Prancis dalam perburuan Ballon d'Or 2026

Kylian Mbappe menyatakan akan kecewa jika gagal memenangi Ballon d'Or 2026. Penyerang Real Madrid itu merasa performa individunya sepanjang tahun sangat kuat. Ia menilai gelar top skor di berbagai kompetisi besar menjadi modal utama.

Mbappe menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan RFI pada Senin (21/9/2026). Ia menegaskan ambisi memenangi Ballon d'Or bukan sekadar gengsi pribadi. Penyerang Timnas Prancis itu menyebut naluri kompetitornya terdorong untuk meraih trofi tersebut.

ALSO READ

PSG mengalahkan Slovan Bratislava 6-1 di laga perdana Liga Champions. Ferran Torres cetak hat-trick, Ousmane Dembele dua gol dan satu assist.

Read More

PSG menggaji Luis Enrique 20 juta euro per musim lewat perpanjangan kontrak hingga 2030. Pelatih Spanyol itu jadi entrenador terbaik dunia usai dua trofi Liga Champions.

Read More

Saat ini Mbappe berada di Clairefontaine bersama skuad Timnas Prancis. Ia disebut tengah mempersiapkan agenda timnas pada jeda internasional. Situasi itu membuat persaingan dengan Ousmane Dembele untuk Ballon d'Or semakin menarik perhatian.

Mbappe menyadari persaingan Ballon d'Or 2026 berlangsung terbuka. Ia mengaku tidak mengetahui seluruh sejarah Ballon d'Or. Namun ia menikmati proses persaingan dan menganggapnya menghibur banyak orang.

Statistik Individu Jadi Andalan

Kylian Mbappe saat membela Real Madrid dan Timnas Prancis dalam perburuan Ballon d'Or 2026

Mbappe menegaskan statistik individu menjadi kriteria paling penting dalam Ballon d'Or. Ia mengklaim telah menjalani tahun hebat di level individu. Ia juga menyoroti statusnya sebagai top skor di semua kompetisi besar.

Menurut Mbappe, pencapaian itu membuat peluangnya tahun ini cukup besar. Ia merasa situasi saat ini mendukung ambisinya memenangi Ballon d'Or. Ia pun menilai Ballon d'Or 2026 tidak memiliki favorit mutlak.

Pernyataan Mbappe itu memperkuat kampanyenya jelang pengumuman 26 Oktober mendatang. Ia terus menyuarakan keyakinan lewat berbagai wawancara media. Strategi komunikasi ini dinilai agresif oleh sebagian pengamat.

Kampanye terbuka Mbappe memicu kritik di lingkungan media Prancis. Sebagian pihak menilai pendekatannya terlalu egois. Isu friksi di balik layar juga dikaitkan dengan hubungannya bersama Dembele.

Persaingan dengan Dembele Memanas

Mbappe dan Ousmane Dembele disebut bersaing ketat untuk Ballon d'Or 2026. Keduanya merupakan rekan di Timnas Prancis. Hubungan mereka dikabarkan sempat memanas karena persaingan tersebut.

Meski begitu, Mbappe tetap fokus pada penampilan dan pencapaian pribadinya. Ia menegaskan rasa kecewa hanya akan muncul jika gagal menang. Menurutnya, sikap itu lahir dari mentalitas kompetitor sejati.

Mbappe mengaku merasa tahun ini bisa menjadi momen tepat baginya. Ia menilai Ballon d'Or 2026 sangat terbuka untuk banyak kandidat. Ia pun menikmati posisinya sebagai salah satu nama utama dalam bursa.

Pengumuman Ballon d'Or 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober. Mbappe akan bersaing dengan sejumlah nama top Eropa. Hasil akhirnya bakal menentukan apakah ambisinya terwujud atau justru berujung kekecewaan.

Submit Comment