Sepak bola Brasil memulai revolusi besar dalam kebijakan pembinaan pemain muda. Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) menggelar voting penting bersama klub profesional di Rio de Janeiro. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kejayaan timnas Brasil.
Timnas Brasil tampil buruk dalam beberapa turnamen terakhir. Sejak juara pada 2002, Brasil hanya sekali mencapai semifinal Piala Dunia. Itu terjadi pada 2014 dengan kekalahan memalukan 7-1 dari Jerman.
PSG tawarkan kontrak untuk adik Khvicha Kvaratskhelia, Tornike. Klub ingin pertahankan pemain Georgia dengan bonus spesial dan negosiasi berjalan aktif.
Read MorePSG lebih memilih Lennart Karl dari Bayern Munich dibanding Michael Olise. Manajemen PSG siap menginvestasikan dana besar untuk pemain muda Jerman itu.
Read MoreBrasil tersingkir di perempat final Piala Dunia 2006, 2010, 2018, dan 2022. Pada 2026, Brasil bahkan gagal melewati babak 16 besar setelah kalah dari Norwegia. Performa ini membuat suporter kehilangan kepercayaan.
Pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menyoroti masalah utama pemain muda Brasil. Menurutnya, mereka tidak matang karena kurang waktu bermain. Ancelotti memberi contoh Endrick di Real Madrid dan Estêvão di Chelsea.
Kuota Pemain Asing Dikurangi Bertahap
CBF memutuskan mengurangi jumlah pemain asing di Série A dan Série B. Musim depan, hanya delapan pemain asing diizinkan per daftar pertandingan. Pada 2030, kuota akan turun menjadi maksimal lima pemain.
"Staf teknis timnas Brasil menilai masalah pemain muda Brasil adalah mereka tidak matang karena tidak bermain," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers. "Mereka tidak bermain di sini, dan tidak bermain di luar negeri." Pernyataan ini menegaskan pentingnya reformasi.
Setiap klub wajib mendaftarkan minimal 20 pemain di bawah 23 tahun dari total 50 pemain. Batas ini akan naik menjadi 25 pemain pada 2030. Kebijakan ini memaksa klub memberi kesempatan lebih besar kepada pemain muda.
Jumlah pemain asing di Série A melonjak dari 95 pada 2022 menjadi 162 pada 2025. Rata-rata usia pemain di Brasil kini 28,5 tahun. Angka ini lebih tua dari La Liga Spanyol, Serie A Italia, dan Ligue 1 Prancis.
Tim Cadangan Dibentuk untuk Pemain Muda
CBF juga memutuskan pembentukan tim cadangan bagi klub Série A, B, dan C. Tujuannya menjadi jembatan antara tim muda dan tim profesional. Saat ini Brasil hanya punya tim muda berbasis kategori usia.
"Proposal kami adalah klub Série A, Série B, Série C dapat memiliki tim cadangan untuk mengikuti kompetisi," ujar seorang direktur. "Ini memberi kesempatan pemain muda untuk bermain." Langkah ini meniru sistem Castilla Real Madrid atau Benfica B.
Reformasi ini juga meliberalisasi pasar transfer domestik. Aturan lama melarang pemain dengan lebih dari 12 pertandingan Série A pindah klub dalam satu musim. CBF berencana menghapus aturan ini sepenuhnya.
Tujuan akhirnya adalah memperbanyak waktu bermain pemain muda Brasil. CBF berharap reformasi ini memperbaiki performa timnas di masa depan. Perubahan besar ini akan mengubah wajah sepak bola Brasil dalam beberapa tahun ke depan.
Allez Paris
Submit Comment