Persaingan Ballon d'Or ke-70 resmi dimulai setelah France Football merilis 30 nominasi pada 8 September 2026. Lamine Yamal dan Kylian Mbappe menjadi dua favorit utama dalam daftar tersebut. Harry Kane menyusul sebagai outsider dalam perburuan trofi individu paling bergengsi ini.
Lamine Yamal datang dengan modal gelar juara World Cup 2026 bersama Spanyol. Pemain Barcelona itu juga meraih La Liga dan Spanish Super Cup musim lalu. Kontribusinya mencapai 24 gol dan 18 assist di semua kompetisi.
Zinedine Zidane berencana mengubah posisi Ousmane Dembele di Timnas Prancis. Dembele diproyeksikan jadi nomor 9, sementara Mbappe bergeser ke sayap.
Read MorePSG dan Real Madrid siap rebut Michael Olise dari Bayern Munich. Klub Jerman nilai pemain 200-230 juta euro. Olise minta gaji setara Harry Kane.
Read MoreKylian Mbappe mengandalkan 52 gol sebagai senjata utama dalam kampanye Ballon d'Or kali ini. Penyerang Real Madrid itu juga menjadi top skor sepanjang masa World Cup dengan 22 gol. Namun, dua musim tanpa gelar bersama Madrid menjadi catatan negatif.
Kampanye media kedua kubu sudah berjalan sejak nominasi diumumkan. Tim komunikasi Yamal dan Mbappe gencar mempromosikan pencapaian masing-masing. Sebanyak 100 jurnalis akan menentukan pemenang melalui voting akhir.
Lamine Yamal Calon Juara Termuda
Lamine Yamal berpotensi menjadi pemenang Ballon d'Or termuda sepanjang sejarah. Usianya baru 19 tahun tiga bulan saat upacara nanti. Ia juga bisa menjadi pemain pertama peraih World Cup dan Ballon d'Or di bawah usia 20 tahun.
Yamal menjadi pemain Spanyol ketiga jika berhasil menang setelah Luis Suarez pada 1960 dan Rodrigo pada 2024. Ia mengaku terinspirasi oleh Lionel Messi dan Ronaldinho. "Ballon d'Or adalah trofi untuk pemain terbaik, bukan sekadar pencetak gol terbanyak," ujarnya kepada L'Equipe.
Musim lalu Yamal harus puas menjadi runner-up di belakang Ousmane Dembele. Dembele meraih 1.380 suara, sementara Yamal mengumpulkan 1.059 suara. Kekalahan itu terjadi setelah PSG dan Dembele mendominasi trofi domestik Prancis serta Liga Champions.
Tahun ini situasinya berbeda karena Yamal sudah mengoleksi gelar World Cup. Cedera otot pada 23 April sempat membatasi performanya di turnamen tersebut. Meski begitu, ia tetap tampil di setiap pertandingan dan menyumbang satu gol serta satu penalti di semifinal melawan Prancis.
Mbappe Andalkan Statistik Gol
Kylian Mbappe menjadikan 52 gol sebagai argumen utama dalam perburuan Ballon d'Or pertamanya. Ia juga meraih Golden Boot di level klub dan World Cup. Kepindahannya ke Real Madrid sempat mencuri perhatian global pada musim panas lalu.
Namun, performa tim Madrid tidak sejalan dengan statistik individu Mbappe. Dua musim tanpa gelar menjadi rekor buruk bagi klub sebesar Real Madrid. Kritik muncul terkait komitmen Mbappe di pertandingan besar dan liburannya pada Mei lalu.
"Pandangan saya, ini tahun bagus untuk menang. Kaki saya berbicara sendiri. Hal terpenting bagi saya adalah Ballon d'Or kembali ke Real Madrid," ujar Mbappe. Ia juga menyebut warisan Afrika dan berjanji membawa trofi ke Kamerun jika menang.
Mbappe menegaskan bahwa trofi itu harus kembali ke Bernabeu untuk para penggemar Madrid. Ia menilai para pendukung Madrid lebih berhak merayakan kesuksesan tersebut. Pernyataan ini menjadi bagian kampanye publiknya dalam beberapa pekan terakhir.
Jika voting didasarkan pada prestasi sepak bola murni, Lamine Yamal layak menjadi pemenang. Ballon d'Or adalah penghargaan untuk pemain terbaik, bukan hanya pencetak gol. Yamal telah membuktikan kualitasnya sebagai pemain terbaik sekaligus pemimpin tim.
Allez Paris
Submit Comment