|

Media Belgia Sesali Kekalahan 4-1 dari Prancis di Stade de France

Pemain timnas Prancis merayakan gol ke gawang Belgia di Stade de France

Pemain timnas Prancis merayakan gol ke gawang Belgia di Stade de France

Media Belgia mengkritik kekalahan 4-1 timnas Belgia dari timnas Prancis di Stade de France. Belgia sempat unggul lebih dari 75 menit sebelum akhirnya runtuh. Kekalahan ini memicu kekecewaan besar di kalangan pers Belgia.

Belgia tampil percaya diri pada paruh besar pertandingan melawan Prancis. Gol Dodi Lukebakio dan assist 40 meter Roméo Lavia memberi harapan besar. Media Belgia menyebut pertahanan mereka solid seperti Menara Eiffel selama 75 menit.

ALSO READ

Bayern Munich berencana memperpanjang kontrak Michael Olise hingga 2032. Winger Timnas Prancis itu akan digaji 25 juta euro per musim.

Read More

Italia vs Belgia di Liga Nations berlangsung di Stadio Olimpico Jumat pukul 20.45. Mika Godts, pemain PSG, menjadi starter Belgia.

Read More

Prancis kemudian membalikkan keadaan dalam 14 menit terakhir pertandingan. Masuknya Désiré Doué, Rayan Cherki, dan Michael Olise mengubah jalannya laga. Belgia akhirnya kalah 4-1 dari tetangganya tersebut.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Belgia melawan Prancis dalam kompetisi resmi. Media Belgia menyoroti perbedaan kualitas kedua tim saat ini. Prancis dinilai jauh lebih unggul dibanding Belgia.

Reaksi Media Belgia

Pemain timnas Prancis merayakan gol ke gawang Belgia di Stade de France

RTBF menyebut Belgia diempaskan oleh tornado serangan Prancis. Serangan datang dari sayap kanan, kiri, dan tengah tanpa henti. Media itu menilai Prancis tampil dominan di akhir pertandingan.

La Dernière Heure mempertanyakan lubang hitam 14 menit terakhir Belgia. Media itu menilai perbedaan performa bagus dan luar biasa hanya soal dua akselerasi. Hal itu cukup untuk menghancurkan harapan 11 juta warga Belgia.

Le Soir menyindir tradisi lelucon Belgia di Stade de France selama 77 menit. Prancis kemudian mengambil alih cerita dan mengakhiri laga dengan cara mereka. Sindiran itu mencerminkan kekecewaan mendalam media Belgia.

HLN menyebut istana kartu Belgia runtuh total menghadapi Prancis. Media berbahasa Flandria itu menilai Prancis berkali-kali memberi harapan palsu kepada Belgia. Mereka menyarankan Mark Van Bommel menonton ulang 15 menit terakhir.

Kualitas Skuad Prancis Jadi Sorotan

La Libre menyayangkan Prancis terus menjadi momok bagi Belgia. Media itu mengakui kedalaman dan kualitas skuad Prancis jauh lebih baik. Kekalahan 4-1 mempertegas jarak kualitas kedua negara saat ini.

RTL.be menyebut kekalahan ini sebagai tamparan besar bagi Belgia. Media lain mengakui perbedaan talenta antara kedua tim sangat mencolok. Serangan Prancis tampil menggila di akhir pertandingan.

HLN menutup ulasan dengan pujian kepada kedalaman skuad Prancis. Media itu menyebut betapa menyenangkan memiliki begitu banyak talenta berkualitas. Pernyataan itu menggambarkan mentalitas Belgia menghadapi Prancis.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Belgia menjelang laga berikutnya. Media Belgia berharap tim segera bangkit dari keterpurukan. Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan Mark Van Bommel.

Submit Comment