Timnas Prancis menjalani latihan perdana bersama Zinedine Zidane pada Selasa. Kylian Mbappe absen karena mengalami gejala flu. Latihan itu memperlihatkan petunjuk awal taktik Zidane untuk laga melawan Turki.
Zidane menyiapkan dua formasi berbeda dalam sesi latihan tersebut. Setiap formasi memakai tiga gelandang di lini tengah. L'Equipe menyoroti pola tersebut sebagai arah baru permainan Les Bleus.
Ryan Babel menilai Bayern Munich, Barcelona, dan Real Madrid jadi penantang teratas PSG di Liga Champions. Ia juga memprediksi kejutan dari tim underdog.
Read MoreLassine Sinayoko mencetak hat-trick untuk Paris FC. PSG kalahkan OM dengan skor 3-2 di Vélodrome.
Read MoreBradley Barcola menjadi satu-satunya pemain hadir di kedua formasi. Ia ditempatkan di sayap kiri serangan. Posisi itu diduga disiapkan untuk Kylian Mbappe.
Le Parisien menilai keputusan menempatkan Mbappe di kiri sebagai ide bagus. Mbappe tetap tajam meski sering mencetak gol dari posisi tengah. Sayap kiri dianggap cocok untuk memaksimalkan peran dinamis dan penyelesaian akhirnya.
"Kami senang dengan progres latihan tim. Para pemain menunjukkan disiplin tinggi. Kami akan evaluasi sebelum laga melawan Turki," ujar Zinedine Zidane, pelatih Timnas Prancis. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir diambil setelah melihat kondisi terakhir pemain. Mbappe diharapkan pulih tepat waktu untuk laga tersebut.
Real Madrid Vs Tebas Memanas
Ketegangan antara Real Madrid dan Presiden La Liga Javier Tebas meningkat usai derby Madrid. Sport menulis Florentino Perez menginginkan Tebas mundur. Marca melaporkan adanya pertukaran pernyataan keras dalam beberapa jam terakhir.
Real Madrid akhirnya buka suara lewat pernyataan resmi klub. Klub mengkritik pernyataan Javier Tebas dan menuntut ia meninggalkan jabatannya. Tebas membalas dengan menilai tuduhan soal wasit tidak berdasar.
Jose Mourinho sebelumnya menampilkan tangkapan layar dalam konferensi pers. Materi itu memperkuat konflik antara klub dan otoritas liga. Situasi ini menambah tekanan menjelang laga-laga berikutnya di La Liga.
Carlos Espi Jadi Penyelamat
Carlos Espi menjadi penyelamat Real Madrid di awal musim ini. Penyerang Spanyol itu mencetak 2 gol di La Liga. Gol-gol tersebut menyumbang 6 poin bagi Real Madrid.
Espi mengaku mendapat instruksi khusus dari Jose Mourinho. Pelatih memintanya membantu Kylian Mbappe semaksimal mungkin. Peran itu mengingatkan publik pada Joselu musim lalu.
"Joselu adalah pemain referensi, tetapi dia adalah dirinya dan saya adalah diri saya," ujar Carlos Espi, penyerang Real Madrid. Ia menolak dibandingkan secara langsung dengan Joselu. Espi juga menegaskan Mbappe layak memenangkan Ballon d'Or.
Kombinasi Espi dan Mbappe menjadi kunci serangan Real Madrid musim ini. Mourinho berharap keduanya terus produktif di La Liga dan Liga Champions. Laga melawan Turki akan menjadi ujian berikutnya bagi Mbappe bersama Prancis.
Allez Paris
Submit Comment