|

Turki Ingin Lupakan Fiasco Piala Dunia 2026 di Liga Nations

Pemain timnas Turki berlatih bersama jelang laga Liga Nations melawan Prancis

Pemain timnas Turki berlatih bersama jelang laga Liga Nations melawan Prancis

Turki ingin melupakan fiasco Piala Dunia 2026 saat menghadapi Liga Nations. Tim asuhan Vincenzo Montella akan melawan Prancis dan Italia di Grup 1 Liga A. Dua laga kandang ini menjadi ujian berat bagi Turki.

Pada Piala Dunia 2026, Turki menjadi negara kedua tersingkir dari kompetisi. Turki dihancurkan Australia 2-0 dan kalah 1-0 dari Paraguay. Paraguay bermain dengan 10 pemain saat mengalahkan Turki.

ALSO READ

Manu Kone cedera lutut saat Roma imbang 1-1 melawan Fenerbahce di Liga Champions. Gelandang Prancis itu jadi sorotan jelang daftar skuad Zinedine Zidane.

Read More

Eduardo Camavinga menghadapi tekanan besar di Real Madrid dan Timnas Prancis. Galatasaray masih berminat merekrutnya pada bursa transfer musim dingin.

Read More

Turki mencatat 62 tembakan dalam dua pertandingan dengan penguasaan bola 70 persen. Statistik ini menunjukkan ketidakmampuan Turki mencetak gol. Pelatih Vincenzo Montella mengakui hasil buruk ini sebagai pukulan berat.

Turki sebenarnya menang 3-2 atas Amerika Serikat di laga terakhir. Kemenangan itu hanya menyelamatkan harga diri Turki. Hasil ini tidak cukup mengangkat Turki dari keterpurukan.

Montella Tetap Dipercaya Meski Dikritik

Pemain timnas Turki berlatih bersama jelang laga Liga Nations melawan Prancis

"Saya minta maaf. Ada ekspektasi besar. Sudah 35 tahun saya di sepak bola profesional, dan apa yang terjadi sekali setiap 50 pertandingan menimpa kami dua kali berturut-turut," ujar Vincenzo Montella setelah kekalahan dari Paraguay. "Nasib tidak berpihak kepada kami." Pernyataan ini menggambarkan kekecewaan mendalam sang pelatih.

Arda Guler juga menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Turki. Guler berjanji akan melakukan segala upaya untuk melupakan turnamen buruk itu. Ia menegaskan para pemain Turki bermain di klub besar dan seharusnya menunjukkan kualitasnya.

Kapten Hakan Calhanoglu mengungkapkan kekecewaan besar pada usia 32 tahun. Calhanoglu menyebut Piala Dunia 2026 mungkin menjadi turnamen terakhirnya. Ia meminta perhatian lebih diberikan kepada pemain muda Turki.

Montella tetap dipercaya meski ada keraguan setelah kegagalan Piala Dunia. Ia mengaku federasi menilai berdasarkan seluruh pekerjaannya. Montella menyebut pencapaian Euro 2024 dan promosi ke Liga A menjadi pertimbangan federasi.

Prancis dan Italia Ujian Berat Turki

Turki menghadapi Prancis dan Italia di Liga Nations 2026/2027. Hasil undian menempatkan Turki di grup berat bersama Belgia dan Italia. Tiga posisi teratas di grup ini menentukan unggulan pertama kualifikasi Euro 2028.

Montella memanggil kembali para pemain inti seperti Ugurcan Cakir, Merih Demiral, dan Ferdi Kadioglu. Arda Guler, Can Uzun, dan Kerem Akturkoglu juga masuk daftar. Hakan Calhanoglu dan Kenan Yildiz absen karena cedera.

Empat pemain baru masuk skuad Turki untuk laga ini. Ilhan Fakili dari Besiktas menjadi salah satu nama baru. Adil Demirbag, Bartug Elmaz, dan Melih Kabasakal juga mendapat panggilan.

"Kedua laga pertama di kandang sangat krusial. Kami harus memulai dan mengakhiri dengan baik," ujar Vincenzo Montella. "Ini baru awal musim dan belum semua pemain dalam kondisi terbaik. Siapa pun layak akan memakai jersey ini." Turki tampil dengan semangat revans setelah kegagalan Piala Dunia.

Submit Comment