PSG membayar 3,3 juta euro ke SC Braga untuk hak prioritas atas Mario Dorgeles. Gelandang Pantai Gading berusia 22 tahun itu belum resmi direkrut. Paris hanya mendapat posisi utama jika Braga kelak menjualnya.
Langkah ini terbilang tidak biasa bagi PSG. Klub tidak langsung merekrut Dorgeles. PSG memilih membayar lebih dulu demi menyalip pesaing di masa depan.
PSG mengumumkan perpanjangan kontrak Luis Enrique dan lima pemain. Beraldo, Mayulu, Neves, Pacho dan Fabian Ruiz ikut diperpanjang kontraknya.
Read MoreKylian Mbappe mengungkap pertemuan rahasia dengan Jurgen Klopp di pesawat pribadi pada 2017. Ibunya rutin ke Anfield, tetapi Mbappe memilih PSG.
Read MoreInformasi ini muncul dalam laporan keuangan SC Braga. Klub Portugal itu menyebut menerima 3,3 juta euro dari PSG. Nilainya sebagai kompensasi atas hak prioritas tersebut.
Kesepakatan mencakup seluruh hak ekonomi dan olahraga Dorgeles. PSG berada di posisi terdepan jika Braga memutuskan menjualnya. Namun tidak ada jaminan pemain itu akan ke Paris.
Profil Mario Dorgeles di Braga
Dorgeles tiba di Braga dari FC Nordsjaelland pada musim panas 2025. Braga mengeluarkan 11,5 juta euro untuk merekrutnya. Pemain itu bisa bermain di lini tengah maupun lebih ke depan.
Musim lalu Dorgeles mencetak 7 gol dan 4 assist. Jumlah itu dicatatnya dalam 39 pertandingan bersama Braga. Performanya menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Awal musim 2026-2027 berjalan kurang mulus bagi Dorgeles. Ia hanya lima kali menjadi starter dalam dua belas laga Braga. Belum ada tanda PSG akan merekrutnya dalam waktu dekat.
PSG dan Braga memiliki hubungan erat lewat QSI. QSI merupakan pemilik PSG dan memegang 29,6 persen saham SAD Braga. Posisi itu menjadikan QSI sebagai pemegang saham terbesar kedua di klub Portugal.
Strategi Baru PSG di Bursa Transfer
Langkah PSG mengamankan hak prioritas memberi keuntungan jangka panjang. Klub bisa menghindari perang harga saat Dorgeles bersinar. Nilai pemain itu diperkirakan masih akan naik.
PSG belum mengajukan tawaran resmi untuk Dorgeles. Kesepakatan ini hanya mengatur prioritas, bukan transfer permanen. Paris masih memantau perkembangan pemain tersebut.
Strategi ini menunjukkan cara baru PSG mengelola bursa transfer. Klub lebih dulu mengikat opsi sebelum harga melambung. Langkah serupa bisa diterapkan pada pemain muda lain di masa depan.
Allez Paris
Submit Comment