Presiden FIFA Gianni Infantino mengirim surat kepada Dewan FIFA dan 211 federasi anggota pada Senin (21/9/2026). Ia mengusulkan konsultasi langsung, terstruktur, dan terbatas waktu. Agenda utamanya adalah reformasi tata kelola FIFA.
Diskusi akan membahas peran presiden, Bureau, Dewan, dan Kongres. Infantino juga ingin memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Usulan ini menjadi langkahnya mengambil kendali situasi.
Real Madrid mengalahkan Inter Milan 2-1 pada laga perdana Liga Champions UEFA 2026/2027. Gol Kylian Mbappe dan Fede Valverde memastikan tiga poin di Bernabeu.
Read MorePSG menjamu Slovan Bratislava di Parc des Princes pada laga perdana Liga Champions. Luis Enrique panggil skuad hampir lengkap dengan kembalinya Digne dan Nuno Mendes.
Read MoreInfantino berharap proposal awal bisa dibahas pada Dewan FIFA berikutnya. Rapat itu dijadwalkan berlangsung 15 Oktober. Perubahan statuta nantinya harus disetujui Kongres.
Langkah ini muncul saat posisi Infantino masih tertekan. Ia akan mencalonkan diri kembali pada Maret mendatang. Tekanan datang setelah proyek FIFA Forward Enterprise dibatalkan.
Proyek FIFA Forward Ditarik
Proyek FIFA Forward Enterprise dirancang membuka pintu bagi investor swasta. Skema itu memungkinkan mereka masuk ke struktur berisi sejumlah aset FIFA. Aset tersebut termasuk Piala Dunia.
UEFA, Concacaf, dan AFC menolak proyek tersebut. Ketiga konfederasi itu menekan Infantino agar mundur. Proyek akhirnya ditarik dari pembahasan.
Infantino mengakui proyek itu memunculkan kesan keputusan sudah dibuat. Ia menegaskan kesan tersebut tidak benar. Pernyataan itu ia sampaikan langsung dalam suratnya.
Ketiga konfederasi tetap menjaga tekanan pada Infantino. Mereka menuntut pergantian kepemimpinan di FIFA. Situasi ini membuat agenda reformasi semakin mendesak.
Agenda Reformasi di Dewan FIFA
Infantino ingin konsultasi berjalan terarah dan tidak berlarut. Ia menyebut pembahasan harus selesai dalam waktu terbatas. Hasilnya akan dibawa ke Dewan FIFA pada 15 Oktober.
Fokus reformasi mencakup pembagian wewenang antarorgan FIFA. Transparansi dan tanggung jawab pengurus juga masuk pembahasan. Perubahan statuta hanya bisa disahkan lewat Kongres.
Surat itu dinilai sebagai upaya Infantino meredakan kritik. Ia berusaha menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan. Namun tekanan dari tiga konfederasi belum menunjukkan tanda surut.
Kongres FIFA menjadi penentu akhir usulan statuta. Sebelum itu, Dewan FIFA akan menilai proposal awal bulan depan. Arah kepemimpinan Infantino turut dipertaruhkan dalam proses ini.
Allez Paris
Submit Comment