Investigasi Le Monde dan New York Times mengungkap RD Congo seharusnya tidak ikut Piala Dunia 2026. RD Congo tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dari Inggris. Tim berjuluk Léopards itu finis ketiga Grup K di bawah Portugal dan Kolombia.
Federasi sepak bola Nigeria (NFF) mengajukan banding setelah kalah dari RD Congo di final playoff Afrika. NFF mencurigai beberapa pemain RD Congo tidak memenuhi syarat karena fraud kewarganegaraan. Salah satu pemain yang disorot adalah kiper Le Havre, Lionel Mpasi.
Argentina menghadapi masa sulit setelah Lionel Messi pensiun dari timnas. AFA diterpa masalah hukum, bonus Piala Dunia 2026, dan ketidakpastian masa depan Scaloni.
Read MoreRumput baru Parc des Princes sudah terpasang Kamis lalu. PSG bisa menjamu Monaco pekan depan tanpa kendala setelah sebelumnya mengalami masalah dengan kondisi lapangan.
Read MoreFIFA awalnya mengabaikan banding NFF pada tahap pertama. NFF kembali mengajukan banding pada Maret 2026 kepada FIFA. Menurut kedua media, tim hukum FIFA saat itu menemukan fakta ketidaklayakan Mpasi.
Mpasi memiliki kewarganegaraan ganda Prancis dan Kongo. Ia disebut belum menyelesaikan proses perubahan afiliasi federasi. Pelanggaran itu diatur dalam Pasal 19 kode disiplin FIFA.
FIFA Dituding Biarkan RD Congo Berlaga
FIFA disebut tetap membiarkan RD Congo bermain di playoff interkontinental melawan Jamaika. RD Congo juga diizinkan tampil di Piala Dunia meski kasus Mpasi sudah diketahui. FIFA beralasan banding Nigeria tidak dapat diterima karena masalah tenggat waktu.
Pasal 19 kode disiplin FIFA menyatakan tim dengan pemain tidak layak kalah WO. Keputusan itu semestinya berdampak besar pada hasil kualifikasi. Namun, FIFA tidak menerapkan aturan tersebut kepada RD Congo.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan soal transparansi proses verifikasi FIFA. Investigasi dua media besar menyoroti celah aturan afiliasi pemain. Publik menunggu klarifikasi resmi dari FIFA terkait temuan ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FIFA maupun federasi RD Congo. NFF belum memberikan tanggapan lanjutan soal hasil investigasi. Kasus ini berpotensi memicu protes dari negara peserta lain.
Dampak bagi Kualifikasi dan Peserta Lain
Jika pelanggaran terbukti, hasil kualifikasi zona Afrika bisa ditinjau ulang. Nigeria berpeluang menuntut haknya untuk tampil di Piala Dunia 2026. Keputusan FIFA akan menentukan siapa peserta sah dari Afrika.
Kasus serupa pernah terjadi pada beberapa pemain dengan kewarganegaraan ganda. FIFA biasanya mewajibkan proses afiliasi federasi selesai sebelum pemain tampil resmi. Kelalaian administratif bisa berujung sanksi berat bagi federasi terkait.
Investigasi ini menambah tekanan pada FIFA menjelang evaluasi turnamen. Kredibilitas proses kualifikasi Piala Dunia 2026 dipertaruhkan. Penggemar sepak bola menuntut kejelasan atas temuan dua media tersebut.
RD Congo belum memberi komentar resmi terkait tuduhan ini. Lionel Mpasi juga belum angkat bicara soal status kewarganegaraannya. Perkembangan kasus ini akan dipantau ketat oleh media internasional.
Allez Paris
Submit Comment