|

Kisah Haru Willian Pacho, Derita hingga PSG

Willian Pacho bermain untuk PSG di laga Ligue 1 dengan ekspresi penuh tekad

Willian Pacho bermain untuk PSG di laga Ligue 1 dengan ekspresi penuh tekad

Willian Pacho berbagi kisah pilu perjuangan hidupnya dari Quininde ke puncak Eropa. Bek PSG itu kehilangan ibunya di tengah perjalanan karier. Kisahnya penuh lika-liku dan inspirasi.

Pacho lahir di Quininde, Ekuador, dari keluarga sederhana. Ibunya berjualan makanan dan mencuci baju untuk menghidupi keluarga. Ia juga memelihara babi di halaman belakang rumah.

ALSO READ

PSG berhasil menjuarai Super Cup Eropa 2026 usai menekuk Aston Villa 2-1. Gol Kvaratskhelia dan Doué memastikan kemenangan di Red Bull Arena.

Read More

Matvey Safonov alami benturan keras di kepala saat pemanasan. Kiper PSG itu sempat terbaring dan akhirnya tetap tampil lawan Lille.

Read More

Masa kecil Pacho dihabiskan dengan bermain sepak bola di jalanan. Ibunya awalnya tak percaya sepak bola bisa jadi profesi. Namun ia tetap mendukung mimpi anaknya.

Pacho bergabung dengan akademi Independiente del Valle pada usia 15 tahun. Ia tinggal jauh dari keluarga dan merasa kesepian. Di sana ia bertemu Moises Caicedo yang jadi sahabat.

Kehilangan Sang Ibu

Willian Pacho bermain untuk PSG di laga Ligue 1 dengan ekspresi penuh tekad

Ibunya didiagnosis kanker dan menjalani operasi pengangkatan payudara. Pacho melihat kondisi ibu yang mengerikan saat pulang ke rumah. Ia menahan tangis demi tak membuat ibunya khawatir.

Pacho sempat menolak berfoto dengan ibunya sebelum kembali ke akademi. Ia berpikir akan kembali dan mengambil banyak foto. Itu jadi penyesalan terbesarnya.

Saat akan debut untuk tim pertama Independiente del Valle, ibunya meninggal dunia. Keluarga dan pelatih menyembunyikan kabar itu agar Pacho bisa tampil. Ia baru tahu setelah pertandingan usai.

"Mengapa orang yang paling saya cintai diambil?" tanya Pacho dalam kesedihan. Ia merasa kehilangan segalanya saat itu. Ibunya adalah alasan ia berjuang selama ini.

Perjalanan ke Eropa

Pacho terus berjuang meski dilanda duka mendalam. Ia bermain untuk Independiente del Valle hingga dilirik klub Eropa. Kariernya terus menanjak hingga ke PSG.

Bek kiri itu kini jadi andalan Luis Enrique di lini pertahanan PSG. Ia tampil impresif sejak bergabung dari Eintracht Frankfurt. Pacho jadi salah satu bek terbaik Ligue 1.

Pengalaman pahit masa kecil membentuk karakternya. Ia belajar mengubah sampah menjadi pesta seperti ibunya mengajarkan. Kini ia membanggakan keluarga di panggung Eropa.

Pacho berbagi kisah ini untuk menginspirasi banyak orang. Ia ingin menunjukkan bahwa mimpi bisa tercapai dari latar belakang apa pun. Kisahnya jadi pengingat akan pentingnya keluarga.

Submit Comment